Menu

144 Cagar Budaya Harus  Dilestarikan di Sawahlunto

  Dibaca : 73 kali
144 Cagar Budaya Harus  Dilestarikan di Sawahlunto

SAWAHLUNTO, METRO–Dinas Kebudayaan dan Permusiuman Sawahlunto melaksanakan sosialisasi peran serta aktif masya­rakat dalam menjaga dan melestarikan Ombilin Co­al  Mining Heritage of Sawahlunto. Sosialisasi itu menghadirkan perwakilan tokoh-tokoh masyarakat yang berada di Zona A  yang terdiri dari Kelurahan Tanah Lapang, Kelurahan Pasar, Kelurahan Air Di­ngin dan Kelurahan Ku­bang Sirakuk.

Dengan maksud dan tujuan sosialisasi ini agar setiap komponen masya­rakat yang bermukim pa­da empat kelurahan ter­sebut memahami arti da­ri ditetapkan Sawahlunto sebagai Kota Warisan Du­nia. Selain itu juga sebagai pengguna dari bangunan-bangunan yang meru­pakan warisan dunia dari zaman pemerintah Ko­lonial Belanda.

Sosialisasi ini dihadiri BPCB dan Nara sumber dari Komunitas Anak Na­gari Marjafri dan Komu­nitas Padang Heritage Bayu Wahdoko (Ubah). Dan dibuka Kadis Kebu­dayaan dan Permusiuman Hilmed SPt. Menurut Hil­med dalam sambutannya menyebutkan, ada sekitar 144 cagar budaya yang harus dilestarikan, baik yang berupa bangunan perumahan, perkantoran, stasiun kereta api, rel kereta api dan pema­kaman.

Yang termasuk diper­hatikan dalam warisan cagar budaya yaitu tek­nologi pertambangan dari zaman Belanda beserta bangunannya, teknologi transportasi membawa batubara dari Sawahlunto sampai Padang dan ma­syarakat yang dikenal orang rantai.

“Buat seluruh masya­rakat yang menggunakan bangunan termasuk pe­me­rintah kota bila ingin membangun pada lokasi cagar budaya  yang ditem­pati harus memenuhi ke­ten­tuan yang berlaku, ti­dak boleh merubah ba­ngunan dari bentuk asli­nya. Bila tidak kita les­tarikan siapa lagi,” kata Hilmed.

Dikatakan Hilmed, un­tuk menjadikan Kota Sa­wahlunto sebagai Wa­risan UNESCO membu­tuhkan waktu selama 15 tahun lamanya, sampai ditetapkan pada 6 Juli 2019.  Butuh waktu yang pan­jang, namun jangan sam­pai usaha Pemko Sa­wah­lunto tersebut berakhir dengan sia-sia.

“Oleh sebab itu kita mengedukasi masyarakat dengan mendatangkan dua nara sumber ini agar bisa memberikan mo­ti­vasi, latar belakang dan ilmunya dalam menjaga, melestarikan Kota Sawah­lunto yang sekarang telah menjadi kota warisan bu­daya dunia. Kita juga se­dang berusaha agar pada saat HUT Kota Sawah­lunto tanggal 1 Desember 2021 Mak Itam kereta api per­dana beroperasi. Dan un­tuk langkah promosi serta sosialisasi selan­jutnya, akan dibuat film mengenai sejarah dan perjalanan Kota Sawah­lunto sampai menjadi wa­risan budaya dunia, agar Sawahlunto ini akan lebih dikenal luas,” ujar Hilmed. (pin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional