Close

135 Anak di Kota Padang Derita Gizi Buruk

Sri Kurnia Yati Kepala Dinkes Kota Padang

AIA PACAH, METRO–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang mencatat kasus gizi buruk pada anak mencapai 135 kasus per Oktober 2022. Minimnya pengetahuan pe­me­nuhan gizi anak dan penyakit penyerta menjadi penyebab utama masih ada­nya gizi buruk menjadi salah satu penyebab tingginya penemuan kasus tersebut.

Kepala Dinkes Kota Padang Sri Kurnia Yati melalui Kabid Kesehatan Masyarakat, Devitra Wiguna menga­takan ciri dari kasus gizi buruk antara lain berat badan tak sesuai umur, rambut mudah rontok, kulit keriput seperti orangtua dan lain sebagainya. “Penyebab kasus itu ialah karena pola hidup tidak sehat, asupan gizi kurang terutama ASI,” ujar De­vitra Wiguna, Selasa (22/11).

Dijelaskannya, jika di­ban­ding tahun 2021, angka kasus gizi buruk mengalami kenaikan. Dimana untuk tahun 2021, kasus gizi buruk per Desember hanya 111 kasus.

Menurut dia, jumlah kasus gizi buruk tak tetap kondisinya. Terkadang naik, lalu turun. Ini akibat anak selalu ditimbang setiap bulan.

Ia menambahkan, untuk penanganannya, Dinkes lakukan pemeriksaan pada anak di masing masing Puskesmas di Padang secara rutin serta berikan asupan gizi tambahan.

“Kita mengimbau para orang tua untuk tidak merokok di sebelah anak serta tetap jaga pola makan yang bergizi. Supaya pertumbuhan anak nampak dan kasus bisa ditekan,” paparnya.

Ia mengatakan, penyuluhan atau edukasi pada orang tua terus dilakukan pihak Puskesmas dan Dinkes itu. Supaya kepanikan orangtua tidak terjadi da­lam menghadapinya dan zero kasus dapat terwujud di Kota Padang.

Dinkes juga meminta peran RT, RW, bundo kandung dalam hal ini untuk ikut membantu anak-anak penderita gizi buruk. Pasalnya, Dinkes tak mampu menjangkau serta mengatasi semua persoalan yang terjadi.

“Dinkes mengaku terus berupaya menekan angka gizi buruk. Penderita gizi buruk masih terus dipantau oleh petugas Dinas Kesehatan dan Puskesmas,” ulasnya. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top