Menu

12 Ribu Warga Miskin di Kota Padang Terdampak PPKM Belum Terima Bantuan, Arfiadi: Semua Dibantu, sekarang Diproses

  Dibaca : 106 kali
12 Ribu Warga Miskin di Kota Padang Terdampak PPKM Belum Terima Bantuan, Arfiadi: Semua Dibantu, sekarang Diproses
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

KUINI, METRO–Saat ini ada puluhan ribu keluarga yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV di Kota Padang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Pere­konomian mereka pudur berasal dari warga miskin.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Padang, Arfiadi mengatakan ada 30 ribu warga miskin di Padang dan ikut terdampak PPKM. Dari jumlah tersebut, yang baru dibantu sebanyak 18 ribu lebih. Sisanya sedang diupaya­kan. “Insyaallah kita bantu semua. Sekarang lagi di­pro­ses,” kata Arfiadi, Ra­bu (28/7).

Dijelaskan, sekitar 18.000 Kepala Keluarga (KK) penerima bantuan sosial itu sebelumnya telah dibantu sebanyak uang tunai sebesar Rp600 ribu dan beras 10 kg.

Arfiadi berharap terha­dap warga yang terdam­pak dan belum mendapat ban­tuan ini, warga yang mampu atau pihak peru­sahaan diha­rapkan bisa memberikan bantuan yang sama. Se­hingga tak ada masyarakat yang kela­paran.

“Kita tentu berharap bantuan dari sesama atau dari perusahaan-perusa­haan juga. Mereka kan ada dana CSR. Bisa bantu lang­sung atau kita yang me­nyerahkan agar tepat sa­sa­ran,” sebut Afriadi.

Sebelumnya, Selasa (27/7) Wali Kota Padang Hendri Septa menye­rah­kan bantuan social kepada warga yang tersampak PPKM. Bantuan itu adalah Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Program Keluarga Ha­ra­pan (PKH) tahap 14 dan 15 dari Kemensos RI bagi warga Kota Padang.

Berdasarkan data Ke­m­en­sos,18.560 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari program BST di Kota Padang mendapat bantuan berupa uang tunai Rp600 ribu untuk bulan Mei dan Juni plus beras 10kg. Se­dang­kan 17.352 KPM dari PKH menerima bantuan beras masing-masing 10 kg yang disediakan Bulog Div­re Sumbar.

Wali Kota Hendri Septa mengaku atas nama Peme­rin­tah Kota Padang dan war­ga Kota Padang tentu­nya sangat menyambut baik penyaluran bantuan sosial tersebut.

“Semoga meringankan beban warga kita yang terdampak pandemi Co­vid-19 atau pun atas kebi­jakan PPKM Level 4 yang saat ini diberlakukan,” tu­tur  wako dalam sambutan­nya sewaktu menghadiri penyaluran BST dan PKH tahap 14 dan 15 bagi warga Padang di Kantor Pos Uta­ma Padang, Jl. Bagindo Aziz Chan, Selasa (27/7).

Wako Hendri pun meng­ungkapkan bahwa saat ini pihaknya juga te­ngah be­rupaya menye­diakan ban­tuan beras bagi warga Pa­dang yang tidak kebagian menerima ban­tuan BST atau pun PKH. Diren­cana­kannya, paling lama dalam dua pekan ke depan dapat direalisasikan bagi warga di luar KPM tersebut.

“Untuk upaya ini kita juga akan merangkul ban­tuan dari unsur BUMN dan pihak lainnya. Kita patok sekitar 30 ribu Kartu Ke­luarga (KK) yang tidak se­muanya tercover oleh Bansos Kemensos bisa menerima10kg beras per KK,” ungkap wako.

Sementara itu Guber­nur Sumbar Mahyeldi me­minta agar semua masya­rakat KPM yang terdam­pak seiring PPKM dipas­tikan menerima bantuan. Selain bansos untuk KPM, Gubernur mengatakan bah­wa Pemprov Sumbar juga akan menambah ban­tuan 200 ton beras bagi warga diluar KPM di Kota Padang. Hal ini mengingat satu-satunya Kota Padang sebagai kota yang ter­ma­suk dalam penerapan PPKM level 4 saat ini.

“Bantuan dari provinsi serta dari kabupaten kota juga ada untuk mengcover warga diluar KPM. Kede­pan kita juga akan lihat kebutuhan lainnya seperti apa. Saat ini memang ma­sa darurat, semua kena dampaknya. Maka dari itu warga agar bisa bersabar dan tetap patuhi prokes, itu kunci pengendaliannya. Mudah-mudahan pandemi ini bisa cepat berlalu. Yang penting tingkatkan imun dan iman,” ucap Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Kantor Pos Utama Padang, Agus Tria Dian menyebut­kan, penyaluran bansos telah dimulai pihaknya sejak 24 Juli hingga 31 Juli nanti secara paralel de­ngan menyesuaikan jadwal berdasarkan kelurahan dan kecamatan se-Kota Padang.

“Total seluruh bansos untuk Kota Padang seba­nyak 18.560 KPM yang diba­gikan di 4 titik bayar. Ma­sing-masing KPM mene­ri­ma uang tunai Rp300 ribu,” te­rangnya.

Dalam pemberian ban­sos kali ini kata Agus, juga ada penyaluran bantuan tambahan beras dari Bulog dengan masing-masing KPM mendapatkan 10 kg beras.

Anggarkan dari APBD Padang

Terpisah, Sekretaris Komisi IV DPRD Padang, Fausal Nasir menyambut baik pemberian bantuan yang berasal dari Pusat itu dan meminta kepada Pem­ko Padang memberikan bantuan kepada warga yang belum tersentuh ban­tuan dengan anggaran dari APBD.

“Saat ini, kita baru mem­bantu fasilitasi dari pemer­intah pusat. Bantuan dari APBD Padang belum ada. Pemko mesti anggar­kan dan salurkan ke pene­rima,” ujar kader PAN ini.

Ia mengatakan, warga yang tak masuk DTKS ba­nyak tidak menerima ban­tuan. Ini perlu diperha­tikan. Agar kesusahan tak lama dialami dan mereka bisa bertahan hidup. (tin/ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional