Menu

12 Ribu Guru di Padang bakal Tes Swab

  Dibaca : 82 kali
12 Ribu Guru di Padang bakal Tes Swab
Feri Mulyani, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang

AIAPACAH, METRO
Mulai Senin (14/12), sebanyak 12 ribu guru SD dan SMP yang ada di Kota Padang akan di tes swab. Hal ini untuk menyambut murid-murid kembali ke sekolah pada Januari 2021 nanti.

“Mulai Senin besok kita mulai menswab semua guru. Secara bertahap sampai akhir tahun semua guru sudah dites,” sebut Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani kepada POSMETRO, Jumat (11/12).

Nantinya, kata Feri Mulyani, ada regulasi soal pelaksanaan swab. Semuanya akan melakukan swab di puskesmas yang telah ditunjuk. “Nanti ada regulasinya kita berikan kepada mereka soal pelaksanaan swab ini,” sebutnya.

Untuk murid sendiri, kata dia, tak ada dilakukan tes swab. Hal ini menyangkut kebijakan di Pemko Padang. Jika ada siswa yang sakit nantinya tidak diizinkan belajar di sekolah. “Intinya ada pada guru. Kita mau pastikan dulu semua guru sehat dan bebas Covid-19,” kata Feri Mulyani.

Lebih jauh ia mengatakan, saat ini kasus Covid-19 sudah melandai di Kota Padang. Tingkat kesembuhan mencapai 90 persen lebih. Namun penularan masih ada. Saat ini status Padang masih zona orange. Jika masyarakat mematuhi protokol kesehatan, maka kasus Covid-19 bisa makin diperkecil.

“Semuanya tergantung masyarakat. Semakin mematuhi protokol kesehatan, semakin sedikit resiko akan tertular,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi mengatakan ada banyak regulasi yang diterapkan nantinya di sekolah untuk meminimalisir penularan. “Kuncinya adalah di masa pandemi ini, kapasitas ruang lokal belajar itu cuma 50 persen dari kondisi biasa. Dan lama jam belajar juga dikurangi jadi setengahnya.

Habibul mencontohkan, jika pada kondisi biasa satu lokal itu muat maksimal 40 murid, sekarang cuma 20 saja selokalnya. Jam belajarpun dikurangi jadi setengahnya. Ia mencontohkan pada pelajaran agama bisa mencapai 4 jam, sekarang cuma dipangkas jadis separuhnya.

Terkait teknis pembagian lokal serta jam mengajar nantinya akan diserahkan sepenuhnya pada pihak sekolah untuk mengaturnya. “Bisa saja diterapkan pershif atau sehari belajar sehari libur. Atau bisa juga tiga hari belajar tiga hari libur. Disesuaikan dengan jam pelajaran guru karena lokalnya sudah dibagi,” tandasnya.

Selain itu, para orang tua diharapkan mendukung program kembali ke sekolah di masa pandemi ini. Salahsatunya adalah dengan menyanggupi untuk mengantar dan menjemput anak ke sekolah. Hal ini untuk menghindari anak naik angkutan yang berpotensi menularnya penyakit Covid-19.

“Artinya, sebelum kita terapkan kebijakan kembali ke sekolah, harus ada dulu kesediaan dari para orang tua untuk mengantar atau menjemput anak ke sekolah. Hal ini untuk meminimalisir penularan,” bebernya.

Selain itu, kata Habibul, semua siswa dan guru juga akan diterapkan protokol kesehatan yang ketat. Semua sekolah, kata dia sudah diminta untuk menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Seperti tempat cuci tangan. “Kalau sarananya di sekolah-sekolah kita sudah memadai,” tandas Habibul.

Semua itu terang Habibul, dilakukan untuk menghindari penularan Covid-19. Dan jika diketahui ada satu warga sekolah yang terkena, maka sekolah akan diliburkan. Hal ini untuk meminimalisir penularan. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional