Close

111 Tahun Pendirian Pabrik Semen Padang Terus Berkiprah Membangun Negeri

BERSEJARAH— Sebuah truk yang mengangkut kiln milik NV Nerderlandsche Indische Portland Maatschappij, kini bernama PT Semen Padang, berhenti di sebuah tempat teduh. Ada tiga orang yang berdiri di depan truk yang menuju kawasan Indarung tersebut. Itulah foto bersejarah, cikal bakal berdirinya PT Semen Padang yang kini berusia 111 tahun.

PADANG, METRO
PT Semen Padang, produsen semen pertama di Indonesia, genap berusia 111 tahun pada hari ini, Kamis (18/3). Tidak banyak perusahaan di Indonesia bisa bertahan hingga berumur 111 tahun. Namun, PT Semen Padang dapat menunjukkan eksistensi jika pabrik kebanggaan masyarakat Sumbar ini, terus bertahan dan ikut membangun negeri di usianya yang ke-111 tahun.

Di tengah pandemi yang mengguncang dunia, dan ikut berdampak pada industri semen di tanah air, akan tetapi pabrik Indarung ini tetap berkiprah membangun negeri. Inovasi pun menjadi kata kunci bagi PT Semen Padang untuk terus eksis dan bisa bersaing di tengah industri semen di tanah air. Karena, perusahaan semen yang miliki basis inovasi yang kuat dan efisiensi diyakini bakal keluar sebagai pemenang.

Di usia 111 tahun, sejumlah kontribusi telah dilakukan PT Semen Padang kepada bangsa dan negara, khususnya kepada masyarakat Sumatera Barat. Semen Padang telah turut membangun negara dalam bentuk infrastuktur jalan, jembatan, dan mahakarya bangunan-bangunan monumental dan strategis di Indonesia. Di antaranya, Jembatan Balerang Batam, Museum Tsunami Aceh, Bandara Kualanamu, Masjid Raya Sumbar serta Jembatan Kelok 9.

PT Semen Padang juga telah berkontribusi nyata bagi kejayaan bangsa dalam berbagai aspek kehidupan bangsa, tak hanya ekonomi, kemajuan peradaban dan sumber daya manusia. Di antaranya dalam bentuk Pendapatan Asli Terbesar (PAD) bagi Sumbar melalui pembayaran pajak dan retribusi.

Semen Padang secara tidak langsung sebagai lokomotif perekonomian Sumbar melalui penyerapan tenaga kerja, penggerak ekonomi masyarakat sekitar pabrik, dan membantu masyarakat melalui program Corporate Social Responsibilty (CSR).

Tidak hanya itu, PT Semen Padang selalu berperan aktif untuk kemajuan pendidikan di Sumbar. Bentuk kepedulian itu diwujudkan di antaranya dengan memberikan beasiswa secara rutin setiap tahun kepada siswa /siswi tingkat SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi, serta atlet berprestasi.

“Selamat ulang tahun untuk PT Semen Padang. Semoga Semen Padang makin berjaya, terus menebar manfaat untuk Sumbar. Usia 111 tahun itu sungguh luar biasa. Karena tidak banyak perusahaan di Indonesia yang berusia 111 tahun. Tapi, PT Semen Padang telah membuktikannya. Tidak hanya sekadar eksis namun nyata kontribusinya untuk pembangunan di Sumatera Barat,” ungkap Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah.

Menurut Mahyeldi, di usia ke-111 tahun ini, PT Semen Padang sudah banyak memberikan kontribusi untuk Sumbar dan kehadirannya langsung dirasakan oleh masyarakat. Melalui, bantuan Corporate Social Responsibilty (CSR), Semen Padang sudah banyak membantu masyarakat.

Bahkan, Semen Padang juga memiliki Tim Reaksi Cepat (TRC) yang selalu terdepan saat terjadi bencana di Sumbar. “Ketika saya masih jadi Wali Kota Padang, TRC selalu ikut membantu ketika terjadi bencana, mulai saat banjir, pohon tumbang, longsor bahkan saat gempa bumi. Kita tentu berharap, perusahaan ini makin berkembang, sehingga bisa memberikan dampak positif untuk masyarakat dan pembangunan di Sumbar,” sebut Mahyeldi.

Di tengah pandemi sekarang, gubernur juga berpesan agar PT Semen Padang dapat bersama-sama dengan pemerintah daerah membantu Sumbar bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. “Serta tumbuh sebagai perusahaan kebanggaan urang awak serta kebanggaan Indonesia, yang semakin kuat bersama masyarakatnya,” imbuhnya.

Harapan lain juga disampaikan Plt Wali Kota Padang Hendri Septa di usia Semen Padang ke-111 tahun ini. Berbagai program dan inovasi yang sudah dilakukan Semen Padang selama ini telah memberikan kontribusi nyata untuk warga Kota Padang, khususnya. Dan, semua itu terbukti dengan berbagai penghargaan yang sudah diraih perusahaan terbesar di Sumbar ini.

Diharapkan Semen Padang bisa mempertahankannya, dan tetap menjadi perusahaan terdepan yang peduli dengan lingkungan serta warga Kota Padang.

Selain itu, dukungan yang sudah diberikan Semen Padang terhadap program Pemko diharapkan terus berjalan baik di tahun 2021 dan tahun-tahun selanjutnya. Perhatian, dukungan, bantuan dari CSR PT Semen Padang sangat membantu pembangunan di Kota Padang. “Atas nama Pemko, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-111 tahun, terima kasih karena telah ikut membantu pertumbuhan ekonomi Kota Padang,” imbuh Hendri Septa.

Sementara Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani mengungkapkan, selama ini PT Semen Padang telah memberikan kontribusi yang sangat besar untuk warga Kota Padang, terutama di sekitar lingkungan pabrik. Keberadaan Semen Padang telah dirasakan hingga usianya ke-111 tahun.

“Saya atas nama pimpinan DPRD Padang mengucapkan selamat ulang tahun untuk PT Semen Padang. Sudah 111 tahun usianya. Sungguh luar biasa. Dan, kita berharap, apa yang sudah dilakukan Semen Padang untuk Kota Padang dan warganya selama ini untuk ditingkatkan lagi di tahun-tahun berikutnya,” kata Syafrial Kani.

Menurut dia, kontribusi Semen Padang selama ini untuk Pemko Padang juga sangat besar. Bentuk nyata kontribusi itu, menurut Syafrial Kani, terlihat dari berbagai program yang digulirkan PT Semen Padang. Di antaranya, pemberian beasiswa setiap tahun, sunatan massal, CSR, bantuan modal untuk pelaku UMKM serta kepedulian cepat dari Semen Padang ketika terjadi bencana di Kota Padang.

“Kita berharap Semen Padang terus eksis dan tumbuh di tengah persaingan industri semen di tanah air,” harapnya.

Sejarah Semen Padang
Pada 18 Maret 2021, PT Semen Padang genap berusia 111 tahun. Perusahaan ini didirikan perwira Belanda asal Jerman Carl Christophus Lau pada 18 Maret 1910, dengan nama NV Nederlandsch Indische Portland Cement Maatschappij’(NV NIPCM) dengan Akta Notaris Johannes Pieder Smidth di Amsterdam.

Sejarah kemudian mencatat, NV NIPCM bukan hanya merupakan industri atau pabrik semen pertama di Minangkabau, melainkan adalah pabrik atau industri besar pertama di Indonesia yang terdaftar di bawah Departemen Pertanian, Industri, dan Perdagangan di Hindia Belanda.

Ketika Perang Dunia Kedua meletus tahun 1939, pabrik semen Indarung sudah memiliki kapasitas terpasang 700 ton/hari atau 210.000 ton setahun. Namun kapasitas tersebut tak pernah tercapai secara optimal, karena produksi tertinggi yang pernah dicapai hanya 170.000 ton pada tahun 1939.

Sejak 17 Maret 1942, pabrik semen Indarung dikuasai Jepang. Manajemen perusahaan ditangani perusahaan semen dan Jepang, Asano Cement.

Pada 21 Juli 1947, Belanda kembali menguasai Kilang Semen Indarung, dan menyerahkannya kepada perusahaan Belanda yang dulu menguasainya sebelum pendudukan Jepang.

Selanjutnya, tanggal 5 Juli 1958, Hoofadministrateur NV PPCM, Ir Van Der Laand, menyerahkan pabrik semen ini kepada Ir J Sadiman yang mewakili pemerintah Indonesia.

Pada 1995, PT Semen Padang bersama PT Semen Tonasa dimerger dengan PT Semen Gresik dengan istilah konsolidasi aset. Aksi korporasi BUMN ini bertujuan untuk memperkuat modal PT Semen Gresik yang akan melakukan go public tahap II dan untuk mencegah kepemilikan pemerintah di BUMN semen menjadi minoritas.

Pada saat ini, pemegang saham Perusahaan adalah PT Semen Indonesia (Persero)Tbk dengan kepemilikan saham sebesar 99,99% dan Koperasi Keluarga Besar Semen Padang dengan saham sebesar 0,01 %. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sendiri sahamnya dimiliki mayoritas oleh Pemerintah Republik Indonesia sebesar 51,01%. Pemegang saham lainnya sebesar 48,09% dimiliki publik. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk merupakan perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia, sejak 11 Februari 2020 berganti nama menjadi SIG. (adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top