Menu

11 Penjambret Kuasai Padang. Beraksi di 50 TKP, 1 Korban Tewas

  Dibaca : 1703 kali
11 Penjambret Kuasai Padang. Beraksi di 50 TKP, 1 Korban Tewas
DITANGKAP— Tim Opsnal Satreskrim Polresta Padang, berhasil menangkap 11 penjambret yang sudah meraja di Kota Padang. Dua di antara pelaku merupakan jambret yang beraksi di Jalan Jakarta, Kecamatan Padang Utara, di depan rumah dinas Kajati Sumbar yang menyebabkan korban tewas.

PADANG, METRO – Satu bulan melakukan penyelidikan, Tim Opsnal Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang, berhasil mengungkap kasus jambret yang mengakibatkan korban Tasmin (62), meninggal dunia di Jalan Jakarta, depan rumah dinas Kajati Sumbar, Kecamatan Padang Utara, Senin (25/9) lalu.

Dalam pengungkapan kasus itu, polisi membekuk dua pelaku Rian alias Ayang (17), berperan sebagai eksekutor merampas tas korban dan Aidil (22), mengemudikan sepeda motor untuk menjalankan aksinya. Keduanya dibekuk petugas di Purus III, Kecamatan Padang Barat, Kamis (27/10).

Selain menangkap otak pelaku, petugas juga membekuk pelaku penadah hasil jambret, Hafiz (25) di Kota Medan.
Selain duo sekawan Rian dan Hafiz yang menyebabkan ibu rumah tangga (IRT) tewas, petugas Polresta Padang juga menangkap sembilan penjambret yang sangat meresahkan warga Kota Padang. Para pelaku sudah beraksi lebih dari 50 kali di berbagai lokasi di Kota Padang.

Kesembilan pelaku diketahui bernama Surianto, Agustan alias Turam, Andi alias Baluik, Heru, Rangga, Riski alias Barat, Edi Putra, Deni Asmanta, dan Ari. Mirisnya, dari seluruh pelaku, tiga pelaku masih di bawah umur dan satu berstatus sebagai pelajar di SMA swasta Kota Padang.

Kapolresta Padang Kombes Pol Chairul Aziz didampingi Wakapolresta Padang, AKBP Tommy dan Kasat Reskrim Kompol Daeng Rahman, Jumat (27/10) mengatakan, sejak kasus jambret yang menewaskan korban Tasmin, aparat terus memburu pelaku. CCTV yang didapat dari rumah dinas Kajati ikut membantu pencarian pelaku.

“Kita menangkap total 11 pelaku yang terlibat dalam kasus jambret dan satu pelaku penadah hasil curian yang ditangkap di Kota Medan. Saat ini pelaku masih dalam perjalanan dari Medan ke Kota Padang. Dari hasil pemeriksaan, seluruh pelaku ini sudah melakukannya lebih di 50 TKP dan mereka memiliki kelompoknya masing-masing,” kata Kombes Pol Chairul Aziz.

Dijelaskan kapolresta, untuk menangkap jambret yang beraksi di depan rumah dinas Kajati Sumbar, awalnya, polisi menangkap penadah hasil curian berupa handphone di Medan bernama Hafiz. Setelah menangkap Hafiz, dua aktor utama jambret Rian alias Ayang dan Aidil berhasil dilacak.

“Kita menemukan kedua pelaku ini di rumahnya di Purus III. Ditemukan satu HP milik korban yang telah meninggal dunia berupa Samsung J5 Prime hasil jambret kedua pelaku. Sedangkan satu unit handphone Samsung Chat, milik korban sudah dijual kedua pelaku,” jelas Kapolresta.

Kedua pelaku yang menggunakan sepeda motor berhasil merampas tas korban. Ketika itu ibu rumah tangga ini berjalan kaki. Karena tasnya ditarik, dan motor melaju kencang, menyebabkan korban terjatuh dan kepalanya terbentur aspal. Korban meninggal dunia akibat pendarahan pada kepala.

Ke-11 pelaku, menurut kapolresta, merupakan aktor-aktor utama yang menjalankan aksi jambret di wilayah Kota Padang. “Ke-11 pelaku terus diperiksa untuk mengungkap kasus jambret lain di Padang. Para pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. Khusus dua pelaku jambret yang mengakibatkan korban meninggal dunia, akan kita jerat lebih berat lagi, dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati,” pungkasnya.

Foya-foya

Sementara itu, pelaku Rian alias Ayang (17) saat ditanyai wartawan, mengatakan ia bersama dengan temannya Aidil (22) saat itu menggunakan sepeda motor Honda BeAT milik orang tuanya. Mereka berdua kebetulan melintas di Jalan Jakarta dan melihat ada korban berjalan kaki sambil memegang tas miliknya.

“Saya pada saat itu dibonceng, dan Aidil yang mengemudikan sepeda motor. Di dalam tas yang saya jambret, ada uang Rp120 ribu dan dua unit HP. Satu HP dijual Rp700 ribu dan satu hP lagi saya pakai. Uang hasil jambret itu digunakan untuk main di warnet, dan berfoya-foya,” kata Rian.

Sementara itu, pelaku Aidil mengatakan setelah melakukan aksi jambret itu, ia kabur ke Purus. Pada saat itu, ia tidak mengetahui bahwa korban yang dijambret meninggal dunia. Aidil baru tahu korban meninggal melalui Instagram.

“Saya bersama dengan Rian sudah tiga kali melakukan aksi jambet di beberapa lokasi. Saya tau korban meninggal dari media sosial. Hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari. Saya pada saat itu berperan mengemudikan sepeda motor. Korban kami jambret hanya karena kebetulan lewat saja, dan melihat korban membawa tas,” ungkapnya. (rg)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional