Menu

11 Kampung Belum Disentuh Bantuan

  Dibaca : 897 kali
11 Kampung Belum Disentuh Bantuan
Delviola Mawaddah 1804078 Prodi S1 Farmasi, Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS)

poto-poto bencana banjir bandang menghantam Lambak, Nagari Panti Timur, Kecamatan Panti, Pasaman.

PASAMAN, METRO–Musibah bencana banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa titik di Kabupaten Pasaman terus menjadi perhatian banyak pihak. Setelah banyak bantuan mengalir, Minggu (14/2) Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengunjungi korban bencana banjir bandang di Nagari Panti Timur, tepatnya di Jorong Lambak, Kabupaten Pasaman. Kedatangan Nasrul Abit didampingi BPBD Sumbar, anggota DPRD Sumbar, Sabar AS dan instansi terkait lainnya.

Wagub itu disambut langsung Pj Bupati Pasaman, Syofyan di Lubuksikaping dan kemudian langsung menuju lokasi bencana. Dalam kunjungan itu, Nasrul Abit ingin melihat langsung korban bencana di Pasaman. Dalam kunjungan itu, Nasrul Abit menekankan, kepada Pemkab Pasaman agar betul-betul melakukan pendataan kepada korban bencana di Pasaman secara akurat dan tepat.

”Kita minta Pemkab Pasaman mendata secara akurat korban bencana sehingga seluruh korban bencana bisa mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Dengan data yang valid itu, kata Nasrul Abit, Pemprov Sumbar bisa dengan mudah melaporkan total kerusakan, kerugian dan apa-apa yang dibutuhkan warga ke BNPB pusat. “Dengan begitu korban bencana bisa ditangani dengan cepat,” ujarnya.

Penjabat Bupati Pasaman, Syofyan mengatakan, saat ini Nagari Muaro Sungailolo masih terisolasi karena masih banyaknya titik longsor harus yang dievakuasi. Seperti diketahui, saat ini helikopter yang dikirim Pemprov Sumbar sedang fokus menyalurkan bantuan bagi warga setempat. “Meski begitu bantuan masih sulit diantarkan, karena harus menempuh jalur darat karena tidak bisa ditempuh lanhgsung dengan heli,”ujarnya.

Ia mengatakan, masih ada 11 perkampungan warga yang belum bisa dijangkau untuk menyalurkan bantuan via jalur darat.  “Kita sudah minta bantuan ke komunitas Offroad Bekate, namun juga tidak bisa ditembus karena tingginya longsor,” katanya.

Dua unit alat berat, ekskavator dan bachko loader, dalam beberapa hari ini sudah membuka akses jalan darat ke Muaro Sungailolo. Pemerintah daerah juga sudah menetapkan 6 kecamatan yang terkena musibah itu dalam masa tanggap darurat.  Salah seorang warga Jerry, 40, mengatakan, saat ini istrinya yang bertugas mengajar di Muaro Sungailolo kesulitan mendapatkan bahan makanan. Kabar terakhir yang dia dapat, kalau saat ini sejumlah warung yang menjual makanan ringan sudah tutup, karena tidak adalagi bahan makanan.

Ia juga mengatakan, kalau istrinya mengeluhkan persedian susu bayinya yang sudah habis. ”Kalau bisa minta tolong, saya bisa nitipkan susu buat anak dengan helipkopter pak. Anak saya harus minum susu,” ujarnya.

Sementara itu Sekda Syafei menyebutkan, bantuan lewat darat sudah berusaha disalurkan. Namun, memang bantuan itu belum sampai ke Muaro Sungailolo. Sebelumnya, banjir bandang, banjir dan tanah longsor menerjang Kabupaten Pasaman pada Minggu (7/2) malam. Bencana tersebut dipicu oleh curah hujang tinggi selama 2 hari berturut-turut di Pasaman. Tidak ada korban jiwa dalam bencana itu, namun kerugian materil mencapai Rp30 milliar.

Minggu (7/2) malam sekitar pukul 23.00 WIB, bencana banjir bandang menghantam Kampung Lambak, Kecamatan Panti. Batang Lambak meluap, Banjir disertai lumpur merendam perkampungan tersebut. Puluhan rumah terendam banjir dan belasan lainnya rusak. Sementara di Kecamatan Mapatunggul Selatan, tepatnya di Nagari Muaro Sungailolo, sebanyak 6400 jiwa masih terisolasi karena bencana longsor yang memutus akses ke kawasan setempat. Disisi lain, Dinas Pertanian Pasaman merilis sebanyak 340 haktar sawah warga rusak dna tidak bisa diolah lagi. Warga juga gagal panen. (y)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional