Menu

11 Kali Sumbar Diguncang Gempa, Warga mulai Cemas

  Dibaca : 240 kali
11 Kali Sumbar Diguncang Gempa, Warga mulai Cemas
Ilustrasi

MENTAWAI, METRO
Meski dengan skala kecil, peristiwa gempa bumi masih terus berulang-ulang dan mengejutkan warga Sumatra Barat. Jumat (29/11) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB, gempa kembali terjadi di Kepulauan Mentawai dengan kekuatan 4.9 SR.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di Pulau Siberut. Wilayah yang telah beberapa kali berguncang itu, bersumber dari kedalaman 24 kilometer.

Diketahui, pusat gempa berada pada koordinat 1,45 Lintang Selatan (LS) dan 99,69 Bujur Timur (BT) atau di laut, 68 kilometer tenggara Pulau Siberut. Gempa dirasakan di beberapa daerah sekitar pulau tersebut sampai skala III MMI di Padang dan lebih lemah lagi di Pasaman, Tanah Datar, hingga Agam.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang, Sumatera Barat, mencatat sepekan terakhir terjadi 11 kali kejadian gempa bumi di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) yang terhitung sejak 13 hingga 19 November 2020.

“11 kali kejadian gempa bumi di wilayah Sumbar sejak sepekan terakhir.Tiga kali gempa dirasakan dan delapan kali tidak dirasakan oleh masyarakat. Dari tiga kali kejadian gempa yang dirasakan masyarakat, dua berpusat di Kepulauan Mentawai,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Padang Panjang, Mamuri Jumat (20/11).

Marwan, salah seorang warga Padang mengaku cukup cemas dengan rangkaian kejadian gempa tersebut, meski masih berskala kecil dan sedang. Apalagi dengan beberapa pemberitaan akan ada ancaman magnitudo 8,9 disertai tsunami 10 meter.

“Memang gempa itu adalah kuasa Tuhan, namun bagaimana pun yang namanya manusia rasa takut itu pasti ada. Apalagi dengan adanya pemberitaan di media akan ada ancaman magnitudo 8,9, disertai tsunami 10 meter,” ungkapnya dengan rasa cemas.

Sebelumnya, Kepala BPBD Kota Padang, Barlius meminta masyarakat Kota Padang untuk tidak panik menghadapi pemberitaan terkait adanya informasi gempa dan tsunamin besar yang belakangan wara wiri di berbagai media. Informasi itu menurutnya seharusnya dihadapi dengan meningkatkan kewaspadaan.

“Masyarakat kita minta jangan panik. Seharusnya dengan adanya informasi ini, masyarakat semakin waspada dan lebih meningkatkan kewaspadaan,” kata Barlius.

Ia menjelaskan, potensi gempa dan tsunami besar itu ada. Karena saat ini ada dua patahan di Mentawai yang memiliki energi besar dan memicu gempa besar dan tsunami. Berkaca dari kejadian-kejadian sebelumnya,  ada siklus 200 tahunan gempa dan tsunami.

Kalau dihitung dari tahun sebelumnya, maka range waktunya bisa terjadi dari sekarang hingga  2032 nanti.Namun kapan waktu pastinya, menurut Barlius, tak ada bisa yang mengetahuinya.

“Intinya kalau menurut siklus itu, range waktunya sampai 2032. Waktu pastinya kita tak tau. Karena belum ada juga teknologi yang bisa mengetahuinya,” tandas Barlius. (s)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional