Close

10,86 Juta Jiwa hadapi Kemiskinan Ekstrem

ILUSTRASI— Perkampungan warga miskin.

JAKARTA, METRO–Pemerintah mengubah targetnya dalam upaya menghapus kemiskinan eks­trem. Tak lagi di 2030, kemiskinan ekstrem harus nol persen pada 2024.

Meru­juk pada data Ba­dan Pusat Statistik (BPS), angka ke­mis­kinan 2021 mencapai 9,71 persen atau 26,5 juta. Sementara, ting­kat kemis­kinan ekstrem mencapai 4 persen atau 10,86 juta jiwa.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Ma­nusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan, jumlah kemiskinan ekstrem di Indonesia memang relatif kecil. Tetapi, menurutnya, jumlah yang kecil itu justru tidak menjamin lebih mu­dah diatasi.

Dia mengibatkan hal ini seperti nasi liwet. Di mana, kemiskinan ekstrem ini m­eru­pakan kerak dari nasi liwet tersebut yang justru paling sulit diambil atau dikerok.

“Karena dia kerak, ma­ka daya ungkitnya membutuhkan energi sumber da­ya yang ekstra,” ujar Menko PMK pada acara Laun­ching Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, di Kantor Kemenko PMK, pada Selasa (14/6).

Sebagai informasi, Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem telah ditetapkan pada tanggal 8 Juni 2022.

Inpres Nomor 4 Tahun 2022 telah mengamanatkan kepada 22 Kementerian, 6 Lembaga, dan Pemerintah Daerah (Gubernur/Bupati/Wali Kota) untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing untuk me­la­kukan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Oleh sebab itu, lanjut dia, untuk mengentaskan kemiksinan ekstrem butuh kerja sama dan kekompakkan dari semua unsur terkait.

Lebih lanjut, dia mengatakan, agar tercapai target yang diharapkan, pemerintah telah berfokus pada sejumlah kegiatan kunci. Pertama, melalui bantuan sosial dan subsidi yaitu kelompok program/kegiatan dalam rangka mengurangi beban pengeluaran masya­rakat miskin ekstrem.

Kedua, melalui pemberdayaan masyarakat dalam rangka peningkatan pendapatan masyarakat miskin ekstrem, Ketiga, pembangunan infrastruktur pelayanan dasar dalam rangka penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan. “Dalam mengambil langkah-langkah tersebut harus dipastikan ketepatan sasaran dan integrasi program antar kementerian/lembaga dengan melibatkan peran serta masya­rakat,” tuturnya.

Dia berharap, dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah da­erah, dan organisasi filantropi maka target penghapusan kemiskinan ekstrem 2024 bisa tercapai. Dalam kesempatan launching itu hadir Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kepala Staf Presiden Moeldoko, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Kepala BPS Margo Yuwono, dan perwakilan dari kementerian lembaga lainnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top