Menu

10 TPS jadi Pilot Project Pengurangan Sampah

  Dibaca : 224 kali
10 TPS jadi Pilot Project Pengurangan Sampah
Mairizon

BALAI BARU, METRO
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang bakal menjadikan 10 tempat pembuangan sampah (TPS) sebagai pilot project program pengurangan sampah. Hal ini dilakukan dalam kegiatan penanganan sampah di Kota Padang.

Adapun 10 TPS tersebut yakni TPS di belakang Polsek Koto tangah, TPS Hutan Kota, TPS Patenggangan, TPS Perumnas Belimbing. Lalu TPS SMP 30, TPS Ujung Tanah, TPS Lapangan Matador, TPS Polonia, TPS Johor/Asratek dan TPS UKU.

Kepala DLH Kota Padang Mairizon mengatakan, untuk pilot project ini akan dilakukan monitoring dan evaluasi selama dua bulan ke depan. Setelah itu akan diterapkan secara bertahap di seluruh TPS yang ada di Kota Padang.

Ia menjelaskan, adapun langkah yang akan dilakukan dalam kegiatan tersebut yakni mengoptimalisasi peran petugas di TPS dalam pemilahan dan pengurangan sampah.
Optimalisasi peran petugas penyapuan dalam pemilahan dan pemrosesan sampah penyapuan.

Kemudian terang Mairizon, optimalisasi peran petugas pemotongan rumput dan petugas kebersihan RTH dalam pemilahan dan pemrosesan sampah hasil pemotongan rumput dan pembersihan RTH. Serta optimalisasi peran petugas pengomposan/ pemrosesan sampah organik dan anorganik yang bernilai ekonomis.

“Kita optimis dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat melakukan pengurangan sampah yang dimulai dari sumbernya (rumah tangga), maka ke depan target pengurangan dan penanganan sampah di Kota Padang dapat kita capai,” harap Mairizon.

Mairizon mengungkapkan, DLH Kota Padang melakukan optimalisasi pengurangan sampah dengan melibatkan seluruh stakeholder. Hal ini dilakukan dalam rangka mencapai target pengurangan sampah program kebijakan dan strategi daerah (Jakstrada),

“Seperti diketahui target Jakstrada, sampah harus terkelola 100 persen pada tahun 2025, dengan 30 persen pengurangan dan 70 persen penanganan,” tandas Mairizon.

Mairizon mengatakan, kegiatan pengurangan sampah ini bertujuan untuk mengurangi beban TPA Aiadingin, karena berdasarkan penelitian umur TPA Aiadingin diperkirakan 5 tahun lagi. “Jika tidak kita lakukan pengendalian dari sekarang maka bisa memperpendek usia TPA Aiadingin,” beber Mairizon.

Kemudian sebutnya, jika TPA Aiadingin sudah over capacity, maka pengadaan tanah untuk TPA akan sulit nantinya. “Jangankan untuk TPA, pengadaan tanah TPU saja cukup sulit, apalagi pengadaan tanah untuk TPA,” ujar Mairizon.

Selain itu, pengelolaan TPA juga membutuhkan cost yang tinggi. Maka dari itu, perlu dilakukan upaya pengurangan sampah dalam kegiatan penanganan sampah. “Caranya adalah dengan mendekatkan pengurangan sampah pada sumbernya dengan melibatkan seluruh stakeholder,” terangnya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional