Menu

10 Tahun Gempa 30 September,  Warga Diajak Bangun Budaya Siaga Bencana

  Dibaca : 579 kali
10 Tahun Gempa 30 September,  Warga Diajak Bangun Budaya Siaga Bencana
Ilustrasi

BYPASS, METRO – Hari ini, Senin (30/9), tepat 10 tahun gempa 7,6 SR yang meluluhlantakkan rumah, bangunan, kantor serta merenggut korban jiwa di Kota Padang. Untuk mengenang musibah itu, digelar peringatan 10 Tahun Gempa yang dipusatkan di Monumen Korban Gempa, di Jalan Diponegoro.

Acara yang akan dilaksanakan mulai dari pagi hingga sore hari itu antara lain pembagian poster kebencanaan pada setiap persimpangan lampu merah seperti kawasan Bypass, dekat kantor BPBD Kota Padang dan lokasi lain.

Kemudian, ada juga zikir dan doa bersama yang dipusatkan di Masjid Agung Nurul Iman, usai shalat zuhur hingga upacara peringatan 10 Tahun Gempa pada pukul 17.15 WIB, sekaligus tabur bunga di Monumen Korban Gempa.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Edi Hasymi menyampaikan rangkaian acara itu dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana serta mengubah mindset masyarakat dalam menghadapi bencana.

“Kepada warga diminta ikut berpartisipasi dalam kegiatan itu,” ujar Edi, Minggu (29/9).

Mengenang gempa yang terjadi 30 September 2009 itu, dihadiri para korban gempa, Forkopimda, Organisasi Kebencanaan, tokoh masyarakat, mantan wali kota dan tamu undangan lainnya.

“Kita berharap dengan dilaksanakan kegiatan itu, masyarakat semua sadar hendaknya dalam menghadapi bencana,” ulas mantan Kepala Bapedalda Kota Padang ini.

Dijelaskan, BPBD terus melengkapi sarana dan prasarana dalam menghadapi bencana secara bertahap seperti jalur evakuasi, sirene, sosialisasi kebencanaan di tengah warga. “Kepada warga diminta tetap waspada dan tidak terpancing isu dari pihak yang tidak bertanggungjawab jika bencana datang,” paparnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Padang, Wismar Pandjaitan meminta kepada BPBD untuk meningkatkan kegiatan sosialisasi bencana secara terus menerus di masyarakat, agar warga mengetahui dan tak panik saat bencana datang.

“Penyediaan sarana dan prasarana untuk bencana perlu dilengkapi, demi memudahkan warga menyelamatkan diri dan menghindari korban jiwa yang banyak,” ujar kader PDI-P ini. Kepada warga diharapkan sadar dalam menghadapi bencana dan saling koordinasi dengan semua pihak terkait bencana yang akan datang. (ade) 

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional