Close

10 Inovasi TTG Posyantek Reflesia Jaya Bersama Dinilai Provinsi

PENILAIAN— Tim penilai yang dipimpin Fera Irawati datang ke Nagari Koto Rantang Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam melihat 10 jenis inovasi TTG unggulan Posyantek Reflesia Jaya Bersama berupa; penyiang gulma sawah, penangkap sinyal, pengupas pinang, rajut pembenihan, pengolah cairan efektif mikro organisme, pupuk organik POC, perontok gabah dari modifikasi sepeda motor, perontok gabah dari modifikasi mesin pemotong rumput, semprot racun otomatis menggunakan AKI bekas motor, gerobak motor serba guna, pengusir hama dengan bahan kaleng bekas dan alat bantu bayi berjalan.

AGAM, METRO–Kabupaten Agam menjadi salah satu dari sembilan daerah yang lulus seleksi administrasi pada Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) unggulan tingkat Provinsi Sumbar.

Selasa (7/6) tim penilai yang dipimpin Fera Irawati datang ke Nagari Koto Rantang Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam yang terpilih sebagai nagari unggulan TTG mewakili Kabupaten Agam, yaitu Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Raflesia Jaya Bersama.

Kedatangan sejumlah tim penilai disambut Bupati Agam yang diwakili Asisten Administrasi Umum, Andri Naldi didampingi sejumlah anggota DPRD Agam, Hendrizal, Edwar dan Syafril.

Terdapat 10 jenis inovasi TTG unggulan Posyantek Reflesia Jaya Bersama. Yaitu, penyiang gulma sa­wah, penangkap sinyal, pengupas pinang, rajut pembenihan, pengolah cairan efektif mikro organisme, pupuk organik POC, perontok gabah dari modifikasi sepeda motor, perontok gabah dari modifikasi mesin pemotong rumput, semprot racun otomatis menggunakan AKI bekas motor, gerobak motor serba guna, pengusir hama dengan bahan kaleng bekas dan alat bantu bayi berjalan.

“Karya ini merupakan sebuah alat manual menggunakan tenaga manusia (operator-red.) dalam me­ngoperasikannya,” kata Wali Nagari Koto Rantang Novri Agus Parta Wijaya.

Ia mengapresiasi pemerintah daerah yang secara berkelanjutan membina posyantek agar terus berkembang dan berkarya demi kesejahteraan ma­syarakat.

“Berkat dukungan pemerintah daerah dan kerjasama antar anggota, Posyantek Reflesia Jaya Bersama bisa berkarya membantu masyarakat Agam dan kami berharap temuan kami ini dapat berguna untuk masyarakat secara keseluruhan,” kata wali nagari.

Terbentuknya posyan­tek berdasarkan kesadaran bersama sejumlah ma­syarakat untuk melahirkan inovasi dalam rangka efe­siensi pengelolaan pertanian dan perkebunan yang modern dan ramah ling­kungan.

 “Posyantek kita bentuk pada pertengahan 2019 dengan jumlah anggota sebanyak 13 orang,” ujar wali nagari yang juga sebagai anggota posyantek.

Ketua Tim Penilai Fera Irawati, menyampaikan dalam penilaian Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) berprestasi pada 2022 kali ini ada 6 indikator penilaian dalam verifikasi lapangan, yaitu organisasi dan ke­lembagaan, kemandirian dana, pelatihan, pengembangan TTG dan penggunaan TTG oleh ma­sya­rakat.

Selain itu menurutnya, verifikasi ini juga didasari upaya dari pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat me­lalui pemanfaatan TTG yang bertujuan untuk me­lakukan percepatan pembangunan di wilayah perdesaan dan juga untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Ia berharap, penilaian ini bukan hanya sekadar untuk mendapatkan penghargaan, mendapatkan prestasi, tetapi lebih untuk memotivasi masyarakat dan juga pengambil kebijakan bahwa TTG ini sangat bermanfaat dan perlu dikembangkan di setiap daerah.

Sementara itu, bupati menyatakan dukungannya atas penilaian TTG yang dilakukan pemerintah pro­vinsi. Pemerintah Kabupaten Agam berkomitmen mendorong pembentukan Posyantek sebagai Implementasi Undang-undang nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Selain itu telah ada pula Peraturan Menteri Desa dan PDTT No. 23 Tahun 2017 tentang Pengembangan dan Penerapan Tek­nologi Tepat Guna dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Desa. Sehingga dari 16 kecamatan di Kabupaten Agam, sudah terbentuk 8 Posyantek kecamatan dan 32 Posyantek Nagari.

“Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah terletak di kawasan perbukitan yang sejuk dan subur. Oleh karena itu Nagari Koto Rantang sangat berpotensi dalam hal pertanian dengan komoditi utama yaitu padi, kopi, pinang, dan pisang,” jelas bupati.

Guna menunjang komoditi utama agar lebih produktif, lanjut bupati, para inovator anak Nagari Koto Rantang bergabung dalam sebuah Posyantek Raflesia Jaya Bersama Nagari Koto Rantang. Mereka mampu menciptakan inovasi-inovasi membuat produksi yang lebih efisien dan efektif.

Menurut bupati, dari inovasi posyanteknag Raflesia Jaya Bersama, beberapa inovasi tersebut sangat dirasakan manfaatnya ba­gi masyarakat, khususnya di bidang pertanian. Hal ini ditandai dengan dihadirkannya kelompok penerima manfaat pada acara penilaian tersebut.

“Semoga adanya TTG ini menambah motivasi dan semangat bagi pengelola Posyanteknag Raflesia Jaya Bersama, pemeritah nagari, dan masya­rakat luas untuk tetap berbuat yang terbaik bagi kepentingan masyarakat ba­nyak,” pinta bupati. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top