Close

10 Hari Terakhir, 10 Kecamatan di Agam Dikepung Bencana, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

TINGKATKAN KEWASPADAAN— Warga di wilayah Agam diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana. BPBD Kabupaten Agam mencatat sebanyak 29 kejadian bencana alam selama 10 hari terakhir.

AGAM, METRO–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mencatat sebanyak 29 kejadian bencana alam selama 10 hari terakhir. Kejadian bencana alam itu didominasi musibah tanah longsor, pohon tumbang dan jalan amblas.

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Bambang Warsito me­lalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Ichwan Pratama Dan­da, Rabu (23/11) mengungkapkan. BPBD mencatat sejak 14 November hingga berita ini diturunkan telah terjadi bencana alam sebanyak 29 kali.

“Kejadian ini berlangsung sejak Agam dilanda cuaca ekstrem dalam dua pekan terakhir,” ujarnya.

Ichwan merinci, 29 kejadian bencana alam itu terjadi di sepuluh kecamatan. Tanah longsor terjadi 15 kali dengan sebaran kejadian, 3 titik di Malalak, 3 di IV Koto, 3 di Tanjung Raya, 2 di Matur, 2 di Palupuh, Banuhampu dan Baso masing-masing 1 kejadian.

Peristiwa pohon tumbang terjadi sebanyak 11 kejadian dengan rincian 4 titik di Lubuk Basung, 3 di Tanjung Raya, 3 di Matur, IV Koto dan Tanjung Mutiara masing-masing 1 kejadian.

“Kejadian tanah amblas ada tiga titik, sebarannya di IV Koto, Tanjung Mutiara dan Matur,” sebutnya.

Diketahui, kejadian pohon tumbang terkini terjadi di kawasan Muko-Muko, Kecamatan Tanjung Raya.

Mengingat cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi dan angin kecang, pihaknya mengimbau warga untuk tetap waspada dengan kemungkinan terjadi bencana alam.

“Kami juga mengimbau warga untuk melapor jika menemukan kejadian bencana alam di sekitar mereka,” ujarnya. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top