Close

1 Wanita Bersama 3 Pria Sekamar Diamankan di Hotel, Langgar Perda AKB, 21 Pemandu Karaoke Diangkut Petugas di Kota Padang

RAZIA GABUNGAN— Petugas Satpol PP melakukan razia disejumlah kafe karaoke dan hotel melati sepanjang Rabu (3/2) dinihari. Sebanyak 21 wanita pemandu lagau karaoke diamankan. Selain itu, petugas mengamankan satu pasangan ilegal, serta 1 wanita dengan 3 pria dalam salah satu kamar hotel.

TAN MALAKA, METRO–Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, mengamankan 21 orang wanita pemandu lagu karaoke dan pasangan ilegal, dalam razia dan pengawasan pelanggaran Perda, dibeberapa lokasi di kawasan Kota Padang, Rabu (2/3) dini hari.

Razia dan pengawasan pelanggaran Perda ini di­mulai sekira pukul 02.30 WIB. Petugas langsung menuju lokasi pertama di Cafe Starnight, di Jalan Niaga, Kelurahan Belakang Pondok, Kecamatan Pa­dang Selatan. Di kafe terse­but petugas berhasil me­ngamankan 2 orang pe­man­du lagu.

Berlanjut, petugas mendatangi ke Cafe Denai, Jalan Niaga, Kelurahan Belakang Pondok, Kecamatan Padang Selatan, di lokasi tersebut petugas juga mengamankan 19 orang wanita,

Selanjutnya, petugas melakukan pengawasan ke Hotel Ranah Bundo, Jalan Ranah Binuang, Kelurahan Ranah Parak Rumbio, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, disini petugas mengamankan dua orang perempuan dan empat orang laki-laki.

Kasat Pol PP Kota Pa­dang Mursalim mengung­kapkan, razia yang dilakukan Satpol PP Padang ter­sebut, menyikapi laporan masyarakat yang merasa resah ulah pemilik usaha kafe karaoke, yang masih ada melewati jam tayang yang telah diatur dalam Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Kafe karaoke tersebut telah melanggar Perda 11 Tahun 2005 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, serta melanggar Perda Nomor 1 tahun 2021 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru,” ujar Mursalim.

Selain pemandu ka­raoke yang diamankan, pemilik tempat usahapun diberikan surat pemanggilan untuk datang menghadap Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kota Padang.

“Total yang diamankan ada 27 orang, diantaranya 21 orang pemandu ka­rao­ke, dan enam orang di penginapan. Di penginapan ter­sebut, kita mendapati ada satu pasangan bukan suami istri berada dalam satu kamar, serta kita juga mengamankan satu orang wanita dengan tiga laki-laki dalam satu kamar. Padahal mereka tidak ada ikatan keluarga, tak hanya itu pemilik usahapun kita panggil datang menghadap PPNS Satpol PP Padang,” ungkap Mursalim.

Selanjutnya, mereka yang diamankan tersebut dilakukan tes darah serta melakukan screening HIV / AIDS dan PML (Penyakit Menular Lainnya), dan juga dilakukan konseling oleh Tim dari Dinas Kesehatan Kota Padang.

“Untuk mengetahui apa­kah semua yang ditertibkan ini dalam kondisi sehat atau terpapar HIV/ AIDS dan PML, kita yang bekerjasama dengan Di­nas­ Kesehatan Kota Pa­dang, lakukan tes darah,” ucap Mursalim.

Tak bosan-bosannya, Mursalim terus mengingatkan pemilik tempat usaha yang didapati pelanggaran, agar tetap menjaga Trantibum di lingkungan tempat usahanya, termasuk hotel dan penginapan.

“Kami tidak melarang pengusaha untuk berusaha, namun kami berharap pengusaha ikut menjaga Trantibum dilingkungan dan patuhi aturan yang berlaku, jangan berusaha seenaknya saja, karena kita punya aturan yang mengatur untuk itu,” ha­rapnya. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top