Menu

1.763 Lulusan UNP Diwisuda Secara Virtual, Menaker: Miliki Kompetensi Agar Siap Hadapi Persaingan Kerja

  Dibaca : 124 kali
1.763 Lulusan UNP Diwisuda Secara Virtual, Menaker: Miliki Kompetensi Agar Siap Hadapi Persaingan Kerja
KATA SAMBUTAN-Rektor UNP Prof Ganefri memberikan kata sambutan pada wisuda UNP ke-120 yang diikuti 1.763 lulusan dan disaksikan Menaker RI Ida Fauziah.

PADANG, METRO
Di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih terus mengganas, Universitas Negeri Padang (UNP) tetap mewisuda 1.763 mahasiswanya, namun dilaksanakan secara virtual atau dalam jaringan (daring) melalui aplikasi Zoom, Jumat (25/9). Wisuda seperti itu sudah kedua kalinya dilaksanakan UNP sejak masa pandemi.

Istimewanya, wisuda UNP ke-120 disaksikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Ida Fauziah secara virtual. Menaker RI juga memberikan orasi ilmiah sekaligus wejangan kepada para mahasiswa yang diwisuda.

Pada pelaksanaan wisuda UNP ke-120 ini, Rektor, para Guru Besar, para Dekan di Ballroom UNP Hotel & Convention Centre dengan mengikuti protokol kesehatan. Para mahasiswa yang diwisuda berada di rumah atau di tempat masing-masing.

Mahasiswa yang diwisuda terdiri dari program Diploma 3 231 orang, S1 dan D4 Kependidikan 913 orang, S1 dan D4 Non Kependidikan 341 orang, program Profesi Konselor 27 orang, Magister 234 orang dan Doktor 17 orang.

Ida Fauziyah mengingatkan lulusan Universitas Negeri Padang (UNP), supaya memiliki kompentensi diri untuk bisa menghadapi persaingan dunia kerja pada era revolusi industri 4.0.

“Jadilah pribadi yang kompeten di bidang yang anda minati, karena kompetensi terutama yang sudah tersertifikasi sangat penting dalam menghadapi persaingan di masa depan,” kata Ida Fauziyah.

Ida Fauziah menambahkan, Pandemi Covid-19, dituntut untuk cepat beradaptasi dari segala perubahan, terutama dalam hal pemanfaatan teknologi digital yang merupakan inti dari revolusi industri 4.0

“Tenaga kerja dituntut menguasai perkembangan teknologi dan softskill yang memadai dan budi pekerti yang baik. Selain itu, kreativitas kewirausahaan akan menjadi poin penting bagi perkembangan dunia usaha ke depannya,” ujarnya.

Dikatakan Ida Fauziah, kurikulum yang diberikan dalam pendidikan bisa meningkatkan kompetensi secara nyata tidak hanya menghasilkan ijazah semata. Lulusan UNP harus bisa bersaing serta mampu beradaptasi dan berkreasi pada perubahan.

“Melihat pola ini saya optimis lulusan UNP akan demand dan masa depan yang cerah di era revolusi industri 4.0. Kuncinya adalah adaptif dan inovatif dengan segala peruba han,” tuturnya.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam sambutannya mengatakan, pada masa pandemi Covid-19 peluang kerja susah, sedangkan pandemi tersebut masih melanda dan tidak diketahui kapan berakhirnya. Oleh sebab itu, harus jeli melihat peluang.

“Persaingan kerja sangat ketat, sehingga harus meningkatkan kompetensi. Namun, peluang harus dicari karena terbatas dan seleksinya pun sangat ketat,” ungkap Irwan.

Rektor UNP Prof Ganefri mengatakan, transformasi UNP dalam tantangan pandemi Covid-19  telag melahirkan berbagai inovasi pembelajaran berbasi digital, dan berbagai proses interaksi pembelajaran Daring,

“Proses pembelajaran virtual tidak sekedar menjadi pusat literasi, tetapi juga menjadi platform yang bisa mengakomodir simtem pembelajran berbasis teknologi informasi yang tumbuh dan berkembang saat ini,” ujar Ganefri.

Ganefri menyebutkan, pendidikan tinggi di tengah pademi menunjukkan beberapa transformasi dan dinamika positif seperti pemanfaatan teknologi digital terbarukan. Dari proses ini menciptakan ruang akademik virtual bagi dosen dan mahasiswa beraktualisasi melalui webinar (seminar online) dan diskusi melalui instagram dan Learning Management System. Hal ini menunjukkan peningkatan literasi digital secara masif di tengah pandemi Covid-19.

“Selama pandemi Covid-19, telah memicu terjadinya akselerasi Pendidikan 4.0. Sistem pembelajaran dilakukan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi. UNP senantiasa melakukan peningkatan pemahaman teknologi, dengan sosialisasi sistem daring untuk dosen dan mahasiswa, agar tidak terjadi misinformasi dan miskoordinasi dalam perkuliahan,” katanya.

Ditegaskan Ganefri. tahun Akademik 2020/2021 bagi pendidikan tinggi telah pihaknya mulai Agustus 2020 dengan menerapkan metode pembelajaran di perguruan tinggi pada semua zona wajib dilaksanakan secara daring untuk mata kuliah teori, demikian juga untuk mata kuliah praktik sedapat mungkin tetap dilakukan dengan daring.

“Penggunaan teknologi berbasis daring adalah salah satu jalan keluar, untuk memfasilitasi pendidikan di perguruan tinggi agar tetap berjalan. Perkuliahan bersama di waktu yang sama memanfaatkan Learning Management System (baik sinkronous atau asinkronous), menggunakan grup di media sosial seperti WhatsApp Group, telegram, instagram, aplikasi zoom ataupun media lainnya sebagai media pembelajaran,” tutupnya.(rgr)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional