Close

1.303 Mahasiswa Unand Terima Beasiswa KIPK

Prof Mansyurdin (Wakil Rektor I Unand)

LIMAU MANIH, METRO–Mahasiswa Universitas Andalas Pa­dang merasakan kebahagiaan, Senin (24/10). Pasalnya mereka bakal menerima sejumlah uang beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK).

Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) adalah program bantuan biaya pendidikan (beasiswa) dari Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebu­dayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdik­budristek) bekerja sama dengan Universitas Andalas Padang.

“Alhamdulillah Beasiswa KIPK bakal dicairkan Universitas Andalas. Saat ini sedang pengurusan pencairan di Bank BNI Unand,” ucap Winda salah seorang mahasiswa Unand asal Padang Panjang, Senin (24/10).

Kata Winda, tahap pertama ini dicairkan untuk Semester I dari total Rp 5,7 juta pertahun yang diterima mahasiswa. Mahasiswa yang menerima Beasiswa KIPK ini tergolong mahasiswa beprestasi dan memiliki keterbatasan eko­nomi.

“Alhamdulillah dengan adanya beasiswa ini, membuat kami merasa terbantu untuk melanjutkan kuliah. Terimakasih kami ucapkan kepada Universitas Andalas yang memfasilitasi kami para mahasiswa,” tuturnya.

Sementara, Wakil Rektor I Universitas Andalas Padang Prof Mansyurdin menyebutkan, tahun ini ada sekitar 1.303 mahasiswa mendapat beasiswa KIPK. “Harapannya, mahasiswa yang lolos menerima KIPK agar kuliah dengan tekun. Apabila berhasil mencapai IPK min 3.5 dan tamat tepat waktu maka bisa melanjutkan studi ke jenjang S2 tanpa dipungut biaya,” tuturnya.

Pemberian beasiswa ini sebut Prof Mansyurdin tujuannya, Meningkatkan perluasan akses dan ke­sempatan belajar di Perguruan Tinggi bagi mahasiswa Warga Negara Indonesia (WNI) yang tidak mampu secara ekonomi.

Meningkatkan prestasi mahasiswa dalam bidang akademik dan nonakade­mik. Kemudian menjamin keberlangsungan studi ma­­ha­siswa yang berasal dari daerah terdepan, terluar, atau tertinggal, atau menempuh studi pada perguruan tinggi wilayah yang terkena dampak bencana alam atau konflik sosial. Serta meningkatkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi.

Ia melanjutkan, kriteria mahasiswa yang mendapatkan beasiswa adalah, mereka berasal dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH), atau dari keluarga peme­gang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), atau pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Selanjutnya dari keluarga yang masuk dalam desil kurang atau sama dengan kategori 4 (empat) pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang di­ter­bitkan oleh kementerian yang menangani urusan pemerintahan di bidang sosial.

Kemudian sebut Mansyurdin, mahasiswa berasal dari anggota keluarga yang memiliki pendapatan kotor paling banyak Rp 4.000.000 setiap bulan atau paling banyak Rp 750.000 per kepala setiap bulan. (hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top