Menu

Warga dan Aparat Bentrok. 2 Mobil Dibakar dan Dirusak

  Dibaca : 823 kali
Warga dan Aparat Bentrok. 2 Mobil Dibakar dan Dirusak
BENTROK— Warga Simpang Tonang, Duo Koto, Pasaman dan aparat kepolisian terlibat bentrok Rabu (23/5) dini hari. Warga yang ingin operasi PT IJM dihentikan, akan menyerang basecamp perusahaan itu dan dihalangi aparat. Dua mobil aparat dibakar, dan sejumlah warga dan polisi terluka.

PASAMAN, METRO – Aksi penolakan aktivitas PT Inexco Jaya Makmur (IJM) oleh masyarakat Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman berujung pada kemarahan warga. Akibatnya, Nagari Simpang Tonang, Rabu (25/4) dini hari sempat mencekam. Bentrok antara warga dengan pihak perusahaan dan aparat tidak terelakkan.

Warga kecewa terhadap pemerintah mereka nilai tidak serius menindaklanjuti aspirasi warga Simpang Tonang menolak PT IJM. Akibat bentrokan itu, satu unit mobil milik aparat kepolisian ludes dibakar dan satu unit lagi dirusak massa.

Tidak itu saja, massa juga melakukan blokade terhadap petugas, dengan cara merusak badan jalan dan merobohkan kayu ke jalan-jalan sepanjang Kampung Barilas, Jorong Perdamaian hingga Andilan untuk menutup ruang bagi aparat.

Ratusan orang yang menolak beroperasinya tambang biji emas menyerang dan ingin membakar basecamp PT IJM di Simpang Kuayan. Beruntung, polisi yang sejak awal mengetahui rencana aksi massa ini cepat bertindak dan dapat mencegat massa sehingga tidak sampai ke basecamp perusahaan.

Namun, hadangan dari aparat ini malah membuat massa kian beringas. Bahkan, massa dengan senjata tajam di tangan melempari pihak kepolisian dengan bom molotov. Massa juga membakar dan merusak mobil milik aparat.

Kapolres Pasaman, AKBP Hasanuddin mengatakan, akibat kerusuhan itu dua unit mobil polisi dirusak dan dibakar oleh massa. Di antaranya, mobil Kijang Grand dan Toyota Avanza nopol BA 1978 LA. “Dua unit mobil dibakar dan dirusak, yakni Kijang Grand milik Kasat Narkoba Polres dirusak massa dan mobil avanza milik anggota intel dibakar hingga hangus. Mobil Dandim kabarnya juga dirusak,” ujarnya.

Dikatakan, ratusan personel kepolisian dan TNI dikerahkan untuk mengamankan kerusuhan tersebut. Sekitar 30 orang yang dimankan oleh petugas juga sudah dipulangkan karena situasi dan kondisi di lokasi TKP sudah mulai kondusif. ”Kita sempat mengamankan 30 orang yang anarkis dan menyerang polisi dengan bom molotov. Namun, semuanya sudah kita pulangkan,” ujarnya.

Terkait sejumlah massa yang terluka, Kapolres menyebutkan itu merupakan hal yang wajar terjadi. Sebab, saat kejadian memang sudah tidak dapat dibedakan antara lawan dan kawan. Selain itu, massa yang kian brutal juga melempari pihak kepolisian dengan bom molotov.

”Bisa saja kaki mereka terluka karena menginjak pecahan kaca bom molotov yang dilempar massa. Bisa saja terluka mungkin sewaktu mengamankan mereka,” tegas Hasanuddin.

Dari informasi yang dihimpun, kericuhan pada aksi penolakan operasional tambang emas oleh massa di Simpang Tonang berawal dari adanya aksi pencegatan terhadap truk pengangkut material semen dan bahan bangunan oleh massa menuju basecamp perusahaan.

Massa yang berjumlah seratusan ini merangsek masuk ke lokasi basecamp milik PT IJM. Ratusan massa hendak melakukan perusakan, mereka dilengkapi dengan senjata tajam seperti pisau, pedang, samurai dan batu di tangan, tapi dapat dihadang oleh petugas yang sudah siaga dengan senjata lengkap.

Ratusan aparat gabungan ini berada di bawah komando Kapolres Pasaman bersama unsur Forkopimda yang kebetulan pada saat itu mengadakan kunjungan Safari Ramadhan ke Masjid Inayah Andilan, Kecamatan Dua Koto. Anarkisme massa baru meredam sekitar pukul 04.35 WIB dini hari.

Kapolres Hasanuddin juga meminta kepada Pemkab Pasaman menenangkan massa agar jangan lagi melakukan aksi bakar dan rusak basecamp di lokasi perusahan tambang emas di Kecamatan Dua Koto. ”Saya sudah koordinasi dengan Bupati dan Wabup untuk menenangkan massa agar jangan lagi melakukan aksi bakar dan rusak basecamp,” harapnya.

Menurut Kapolres, situasi saat ini sudah aman, massa yang sempat anarkis dan melakukan perusakan dan pembakaran juga sudah tenang. Langkah selanjutnya, meningkatkan koordinasi dengan Pemda untuk menenangkan massa dan mencari waktu yang tepat untuk mengadakan pertemuan.

Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama langsung turun ke lokasi kerusuhan bersama sejumlah pejabat untuk menenangkan massa. Sementara Bupati Pasaman, Yusuf Lubis memonitor situasi kerusuhan di kantor Polres Pasaman hingga dini hari tadi. Sesekali dia juga berupaya menelepon pihak yang ada di Simpang Tonang untuk mendapatkan informasi situasi.

Sejauh ini informasi yang berhasil dihimpun koran ini, Pemerintah Kabupaten Pasaman akan menghentikan operasional pertambangan emas di Kecamatan Dua Koto untuk sementara waktu sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

”Benar, hasil kesepakatan anggota Forkominda Pasaman, operasional PT. Inexco Jaya Makmur untuk sementara dihentikan. Mulai hari ini jangan ada lagi yang beroperasi,” tegas Kapolres.

Kapolres juga berharap pihak perusahaan jangan melakukan aktivitas dan lebih baik menghindar untuk sementara waktu dari lokasi tambang karena bisa memancing kemarahan massa dan mundur sementara waktu. Kemudian, massa agar menahan diri dan jangan pernah berencana lagi untuk melakukan aksi anarkis.

”Kita minta warga jangan main hakim sendiri lagi. Mari kita saling menjaga, serahkan kepada Pemkab Pasaman untuk memfasilitasi antara perusahaan dengan masyarakat,” ujarnya. (cr6)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional