Menu

Selamat Jalan Cucu Magek Dirih…

  Dibaca : 360 kali
Selamat Jalan Cucu Magek Dirih…
KORBAN LION AIR—Jenazah Tami Julian yang tercatat sebagai karyawan Telkomsel Bangka Belitung yang merupakan salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Karawang disemayamkan di kampung halamanya Jorong Aia Randah, Nagari Gaduik, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (17/11).
00 Alm ST Zaili Asril okehh

Keluarga almarhum Sutan Zaili Asril melepas jenazah untuk dishalatkan dan dimakamkan.

PADANG, METRO–Maha guru itu telah pergi. Di umur yang ke-61, guru bagi wartawan itu, Sutan Zaili Asril dipanggil Allah SWT. Jelang ajal menjemput, sastrawan dan budayawan ini masih sempat mengerjakan 4 buku tentang Minangkabau, politik, ekonomi serta sosial budaya. Namun, buku itu sepertinya masih menunggu “pewaris” untuk menyelesaikannya. Karena, Cucu Magek Dirih lebih dulu pergi.

Selasa (12/1) pagi, suasana Taman Bunga Residence No 1, Lubukbuaya, Kototangah, Padang, berubah. Ratusan pelayat mendatangi rumah berlantai dua dengan gonjong di depannya tersebut. Pelayat satu persatu memasuki rumah duka. Di ruangan itu, disemayamkan jenazah mantan Chief Operating Officer (COO) Riau Pos Grup (RPG) Divre Padang itu.

Sang istri, Desnayenti, nampak duduk di sisi tubuh mantan wartawan Kompas, Tempo tersebut. ”Maafkan bapak ya. Maafkan bapak ya. Tolong ikhlaskan…,” begitu kalimat singkat yang diucap istri dari Sutan Zaili Asril. Ibu empat anak ini nampak tabah meski matanya sudah sembab dan memerah, menahan air mata.

Putra tertua pak Zai—sapaan Sutan Zaili, juga terlihat tabah. M Yaseer Arafat, menyebut jika ayahnya mengalami penurunan kondisi, Senin (11/1) sekitar pukul 22.00 WIB. Sebelumnya, kondisi almarhum sudah membaik usai dirujuk dari RS Yos Sudarso ke RSUP M Djamil.

”Namun, Allah berkehendak lain. Sekitar pukul 23.55 WIB, papa sudah tak ada. Saya dan mama melepas saat itu,” ungkap Acel, panggilan Yaseer Arafat. Almarhum meninggalkan empat anak, M Yaseer Arafat, M Iqbal Haikal, Putri Soonia, dan M Hasanal Bolqiah.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, menurut Acel, tidak ada firasat atau tanda jika sang papa akan pergi untuk selamanya. Bahkan, Acel menyebut, jika ada 4 buku yang masih diselesaikan papanya itu.

”Papa orang yang ulet dan bekerja keras. Meski sakit dan berulang kali dirawat, namun beliau tak pernah lepas dari menulis dan buku. Keduanya itu adalah jiwa beliau,” imbuh putra pertama dari mantan Pimpinan Umum POSMETRO PADANG ini.

Di rumah duka kemarin, banyak teman, saudara, kerabat, tokoh masyarakat, agama, dan pejabat ikut melepas kepergian terakhir penulis 5 buah novel sekaligus, yakni Revolusi Kaum Guci, Jalan Terjal dan Berliku, Mimpi-mimpi Myan, Prahara di Surau Kaki Bukik, dan Penelokan tersebut.

Sekdaprov Sumbar Ali Musri, Wali Kota Padang Mahyeldi Dt Marajo, Wawako Padang Emzalmi, Ketua PWI Sumbar Basril Basyar, mantan Bupati Solok Syamsu Rahim. Ikut hadir COO Riau Pos Grup (RPG) Divre Padang Marah Suryanto, GM POSMETRO PADANG S Suleman Tanjung, serta seluruh karyawan dan karyawati Padang Ekspres Grup.

Sahabat karib almarhum, Shofwan Karim yang juga Ketua PW Muhammadiyah Sumbar menyebut, jika almarhum adalah seorang pribadi ulet, serius, tanpa embel embel. Dari hati bekerja sejak tahun 1975.

Sebelum mengenal dunia jurnalistik, ketika mahasiswa St Zaili dikenal sebagai aktivis pergerakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Setelah itu, sekitar tahun 1978-1979, St Zaili masuk menjadi wartawan Kompas. “Kami sudah seperti adik kakak. Yang saya tahu, beliau orangnya sangat ulet. Selain di Kompas, beliau juga pernah di Nusa Tenggara Pos, Majalah Harmonis, hingga ke Jawa Pos,” tutur Shofwan.

Di akhir hayatnya, menurut Shofwan, almarhum masih banyak memiliki keinginan. “Sebagai seorang wartawan, budayawan, sastrawan, beliau masih punya hope. Sakit tak membuat seseorang berhenti berkarya,” sebutnya.

COO RPG Divre Padang Marah Suryanto, mengaku memiliki kesan luar biasa dengan almarhum. Terhadap karyawan Padek Grup, sosok St Zaili Asril bisa menjadi contoh seseorang yang pekerja keras, pantang menyerah, dan memiliki keinginan kuat.

”Beliau selalu memberi motivasi, pencerahan. Beliau tidak sungkan-sungkan memanggil wartawan lalu diajak berdiskusi, beliau mau membagi ilmu kepada siapa saja. Itu yang harus kita contoh. Kalau ada keinginan, beliau pasti berusaha menggapainya,” ulas Marah Suryanto.

Mantan Pimpinan Umum (PU) POSMETRO PADANG Wiztian Yoetri menyebut, St Zaili Asril sudah sukses membangun Padeks Grup, menjadi media referensi, kekuatan yang mencerdaskan bagi masyarakat Sumbar.

”Beliau wartawan senior, tapi tak pelit berbagi pengalaman. Selalu berinovasi, sehingga produk koran menjadi acuan dan dicari pembaca. Kita salut dengan pribadi beliau yang jelimet, disiplin,” sebut Wiztian.
Hal serupa juga disampaikan wartawan senior Fachrul Rasyid memuji jiwa jurnalistik St Zaili ketika sangat gigih mengungkap kasus-kasus penyimpangan di tengah masyarakat.

Sementara itu, usai dishalatkan oleh ratusan pelayat, jenazah St Zaili dibawa ke kampung halaman di Kiambang, Sicincin, Padangpariaman. Almarhum dimakamkan di samping makam ibunya.

Ikut melepas kepergian beliau Wakil Wali Kota Pariaman H Genius Umar didampingi Sekda Armen. ”Semasa hidupnya, almarhum banyak melahirkan karya-karya dari goresan pena. Sehingga goresan penanya itu dapat dijadikan pelajaran bagi kita semua di Sumbar. Banyak nasehat-nasehat yang ditinggal oleh beliau,” imbuhnya. (ren/efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional