Menu

Pasutri Jual Perempuan Muda Rp1,2 Juta

  Dibaca : 409 kali
Pasutri Jual Perempuan Muda Rp1,2 Juta
berbaju tahanan— Pasangan suami istri, Lr (34) dan RWU (36) diamankan di Mapolres Bukittinggi, karena disangka melakukan bisnis prostitusi dengan menjual 4 wanita muda kepada hidung belang.

BUKITTINGGI, METRO – Aksi penjualan orang atau human trafficking terungkap di Bukittinggi. Sepasang suami istri, LR (34) dan RWU (36) diamankan Satreskrim Polres Bukittinggi, Senin (8/1) malam lalu di sebuah hotel berbintang. Mereka diduga nekat menjual empat orang perempuan muda kepada polisi yang menyamar.

Informasi adanya kasus ini baru diungkapkan Polres Bukittinggi, Rabu (31/1) siang. Waka Polres Bukittinggi Kompol Albert Zai menggelar jumpa pers bersama sejumlah perwira lainnya. Sepasang suami istri yang telah ditetapkan menjadi tersangka juga ditampilkan, lengkap dengan pakaian tahanan orangenya. Mereka hanya menunduk malu.

Adapun empat orang yang dijual semuanya berasal dari Sumbar, tepatnya dari Kota Payakumbuh. Mereka adalah EK (19), WH (20), RJ (19) dan NH (22). Karena ditempatkan sebagai korban, polisi telah membebaskan mereka. Sebelumnya, mereka telah dimintai keterangan dan hasilnya memberatkan kepada dua pasutri.

Awalnya, informasi ini didapatkan polisi dari masyarakat yang ditindaklanjuti. Polisi melakukan penyelidikan dengan cara menyamar sebagai “pengguna” wanita penghibur. LR yang merupakan seorang germo perempuan dihubungi polisi. Dan dibuat janji untuk bertemu di sebuah hotel yang telah disepakati.

LR dengan santainya mengantar empat perempuan muda bersama suaminya RWU. Setelah sampai di kamar hotel, LR dan RWU menyuruh “konsumennya” memilih dari empat perempuan yang dibawa. Dia tak menyangka, “hidung belang” itu adalah petugas. Kemudian petugas memilih satu orang dengan harga Rp1,2 juta untuk jasa short time (singkat).

Kesepakatannya, setelah uang diterima, LR akan menjemput kembali anak galehnya sejam kemudian. Pada saat kedua pelaku akan keluar hotel, mereka langsung ditangkap oleh Polwan Polres Bukittinggi yang sudah berada di lokasi. Petugas menyita sejumlah barang bukti (BB), kemudian membawa mereka ke Mapolres Bukittinggi.

Waka Polres Bukittinggi Kompol Albert Zai mengatakan, berkat menindaklanjuti laporan masyarakat, polisi dapat mengungkap dugaan adanya perdagangan orang. Kedua pelaku diketahui berasal dari Kota Bukittinggi. Sementara, empat perempuan yang dijual berasal kepada pelanggan berasal dari Kota Payukumbuh.

”Sudah cukup lama kami mendengar adanya aktivitas penjualan manusia kepada lelaki hidung belang ini. Karena itu, cara yang tepat untuk membuktikannya adalah dengan menjebak pelaku. Akhirnya, dua orang dapat kita tangkap,” katanya.

Menurutnya, dengan jebakan kepada kedua tersangka tersebut, angota Reskrim berhasil mendapatkan barang bukti yang cukup. “Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 2 Jo 17 UU No. 2 thn 2007 tetang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Dengan kurungan maksimal 15 tahun penjara,” jelasnya. (cr8)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Pengumuman Hasil Seleksi Panwas Kec, Kab Pasaman Barat

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional