Menu

Kisah Pilu Keluarga Akram Ainal Qolby. Anak Terserang Leukimia, Ayah Stroke

  Dibaca : 263 kali
Kisah Pilu Keluarga Akram Ainal Qolby. Anak Terserang Leukimia, Ayah Stroke
terbaring— Akram Ainal Qolby terbaring lemas di RSUP M Djamil Padang karena terserang leukimia, sementara ayahnya juga tengah stroke. Keluarga ini butuh bantuan.

LIMAPULUH KOTA, METRO – Bertubi-tubi penderitaan bocah malang berusia 4 tahun bernama Akram Ainal Qolby, warga Jorong Nagarigadang, Nagari Sariaklaweh, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota ini. Betapa tidak, saat ini bocah laki-laki anak keluarga tidak mampu itu, tengah terbaring lemah dan tak berdaya setelah divonis mengidap penyakit leukimia.

Malangnya lagi, sang ayah Indra Putra yang menjadi tulang punggung keluarga dan awalnya sangat diharapkan mampu memperjuangkan nasib atas sakit yang diderita anaknya. Sayangnya, dia saat ini juga tak berdaya karena juga terbaring sakit terserang stroke.

Akram kini terbaring lemah di rumah RSUP M Djamil Padang, setelah hasil tim medis rumah sakit setempat mengetahui jika bocah laki-laki malang kelahiran 1 November 2013 lalu itu diketahui menderita penyakit Leukimia.

Satu hal yang membuat keluarga Akram Ainal Qolby terpukul, ternyata butuh biaya besar untuk pengobatannya. Kini, balita yang akrab disapa Qolby itu, hanya bisa pasrah menjalani pengobatan yang disarankan dokter dan rumah sakit setelah dirujuk ke RSUP M Djamil Padang.

”Saya sangat berharap kesembuhan Qolby, meski setiap pekan Qolby harus ke Kota Padang untuk diperiksa, sampel darahnya diambil untuk memastikan kondisinya. Jika dinilai mengkahwatirkan Qolby harus tinggal 2-3 hari di rumah sakit sebelum diizinkan pulang untuk kembali pekan depannya,” katanya.

Begitulah upaya pengobatan yang kini dijalani, seperti diungkapkan ibunda Qolbu bernama Rina Agustin didampingi Arfan Arisandi, paman Qolby saat mengisahkan derita keponakannya kepada awak media.

Anak paling bungsu dari tiga bersaudara dari pasangan Indra Putra dan Rina Agustin ini, kian hari menjalani rutinitas yang melelahkan untuk melawan penyakit yang dideritanya. Kehilangan kesempatan bermain bersana teman-teman sebayanya, kondisi Qolby membutuhkan perhatian ekstra orang tua.

Saat ini, Qolby membutuhkan biaya yang sangat besar untuk pengobatannya. Sementara, kondisi ekonomi keluarga kian hari kian seret. Ayah yang sebelumnya bekerja di Pos Indonesia Cabang Payakumbuh, terserang stroke. ”Ya Allah, ringankan lah beban keluarga kami,” ucap Arfan yang merupakan adik dari ibu Qolby ini dengan mata berkaca-kaca.

Biaya yang besar itu, kata Arfan, untuk biaya pemeriksaan setiap pekan ke RSUP M. Djamil Padang. Selain itu juga obatnya yang mahal berkisar Rp600 ribu sampai Rp1 juta. Beban berat meski tak terungkap, tetap dijalani sang ibu, Rina Agustin. Mengurus anak yang tengah terbaring sakit, suami yang dalam kondisi menghadapi penyakit stroke yang dideritanya, bukan perkara ringan untuk dihadapi.

”Kami sangat berharap, ada para dermawan ada yang tersentuh hatinya untuk membantu meringankan beban biaya untuk pengobatan Qolby,” harap Arfan penuh do’a untuk kesembuhan Qolbu.

Bagi pembaca setia Harian Pagi Posmetro Padang dimana saja berada yang ingin menyisihkan sedikit bantuan untuk Qalby, silakan menghubungi Wali Nagari Sariak Laweh. (***)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional