Menu

Gara-Gara Sambal Kurang, Anak Bacok Ibu Kandung

  Dibaca : 1118 kali
Gara-Gara Sambal Kurang, Anak Bacok Ibu Kandung

AGAM, METRO – Seorang pria, Zulhendri (42) memang sudah benar-benar gila. Dia membacok ibu kandungnya sendiri, Ratna (60), Jumat (1/6) sekitar pukul 10.00 WIB menggunakan sabit rumput. Akibatnya, urat leher sang ibu putus dan dia nyaris tewas. Peristiwa memilukan ini terjadi di Cacang Tinggi, Nagari Tiku Utara, Tanjung Mutiara, Agam.

Menurut keterangan masyarakat sekitar, peristiwa itu berawal pada pagi itu, Ratna memberi makan kepada anaknya yang mengalami gangguan jiwa sejak atamat SMA itu. Mau disuapkan nasi, pelaku malah mengamuk. Diduga nasi itu kurang sambal atau tidak disukai pelaku. Dia berteriak-teriak dan mengambil sabit rumput di dekatnya.

Orang tuanya pada saat itu langsung berteriak minta tolong setelah sabit dibacokkan kepadanya. Masyarakat sekitar yang mendengar teriakan orang tua pelaku langsung berbondong-bondong datang untuk melihat ke rumah yang mereka tinggali berdua itu.

Masyarakat yang datang langsung shock melihat pelaku memegang senjata tajam yang berlumuran darah. Sementara ibu pelaku tidak jauh dari posisinya berdiri. Dia tampak tak merasa bersalah. Masyarakat langsung menolong Ratna. Dia dibawa ke Puskesmas Tiku. Karena kondisinya tidak memungkinkan, Ratna dirujuk ke RSUD Lubukbasung.

Kasi Tata Pemerintahan Kecamatan Tanjung Mutiara Weri Ihkwan menyebutkan, setelah itu masyarakat langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Tanjung Mutiara.

Personel Polsek Tanjung Mutiara langsung ke lokasi. Dibantu masyarakat sekitar, polisi membujuk korban agar membuang senjata tajam yang dipegang. Akhirnya dengan bujukan tersebut pelaku membuang senjata tajam.

“Setelah sabit dibuang, pihak kepolisian berserta masyarakat sekitar langsung bertindak cepat dengan mengamankan pelaku. Pelaku diamankan lalu diikat di rumahnya agar tidak membuat onar ke rumah tetangga atau ke tempat lain,” katanya.

Menurut warga, pelaku sudah berulang kali mengamuk seperti ini. Namun yang paling parah memang kejadian terakhir, karena pelaku sudah memakai senjata tajam. Hal ini sangat membahayakan keselamatan orang tua dan warga sekitar.

“Pihak keluarga sepakat bahwa pelaku ini akan dikirim ke RSJ HB Saanin di Kota Padang. Tujuannya agar pelaku bisa diobat, dan orang tuanya tetap aman dan selamat,” katanya.

Kapolsek Tanjung Mutiara AKP Hadi Satria menyebut, pelaku pembacokan merupakan anak kanduang korban yang mengalami gangguan jiwa sudah lama. Namun baru beberapa tahun belakangan ini anak korban ini mulai brutal dan berani menggunakan senjata tajam.

“Sekarang pelaku sudah kita amankan di rumahnya sendiri dibantu oleh masyarakat. Awalnya pelaku memang melawan saat kita amankan, namun dibantu masyarakat, kami dapat meluluhkan pelaku dan langsung mengikatnya,” katanya.

Kata Kapolsek, karena pelaku mengalami gangguan jiwa, rencananya besok (hari ini, red) akan diantarkan bersama pihak keluarga ke rumah sakit jiwa. “Situasi sudah aman terkendali. Sebelumnya situasi di TKP mencekam, namun berkat dukungan seluruh masyarakat situasi bisa kondusif kembali,” katanya. (p)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional