Menu

Bule Denmark Diperkosa di Mentawai

  Dibaca : 1537 kali
Bule Denmark Diperkosa di Mentawai
CEK LOKASI— SL (24), bule asal Denmark menunjukkan lokasi dia diperkosa PS (insert) di kawasan Siberut Barat Daya, beberapa hari lalu.

MENTAWAI, METRO – Kejadian memalukan dan menyesakkan dada terdengar dari Kabupaten Kepulauan Mentawai, kemarin. Seorang warga negara asing (WNA) asal Denmark diduga menjadi korban pemerkosaan di Kecamatan Siberut Barat Daya. Kini, informasi itu telah menyeruak dan memperburuk citra pariwisata Sumbar.

Tak ingin malu lebih dalam lagi, Kepolisian Resort (Polres) Mentawai bergerak cepat. Personel polisi berhasil menangkap PS (24), seorang petani kopra, warga Desa Taileleu, Kecamatan Siberut Barat Daya. Dialah yang diduga telah melakukan pemerkosaan terhadap SL, juga 24 tahun.

Penangkapan berawal ketika Kanit Intelkam Posek Siberut, Brigadir E B Tamba, menerima pesan Whatsapp (WA), Kamis (25/4) sekitar pukul 15.00 WIB dari salah seorang WNA bernama Christian, yang bekerja di E Bay Pulau Nyang-Nyang, Siberut Barat Daya.

Pesan itu berisi ada WNA yang menjadi korban pemerkosaan oleh warga lokal yang ada disana. Namun, sampai hari itu belum ada tindakan dari kepolisian. Bahkan, korban juga mengetahui dengan jelas, siapa yang melakukan pemerkosaan terhadapnya.

Sekitar pukul 16.00 WIB, tim dari Polsek Siberut langsung berangkat ke lokasi dan bertemu dengan korban SL. Saat itu, SL menceritakan peristiwa berawal saat korban menginap di Surfcamp E-bay punya Emanuel Tulam di E Bay Pulau Nyang-Nyang, Desa Taileleu.

”Korban menceritakan, peristiwa terjadi pada Selasa, 24 April 2018, sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu korban sedang berjalan kaki di tepi pantai dan hendak pergidari surfcamp ke E Bay,” kata Kasat Reskrim Polres Mentawai, Iptu Heritsyah, tadi malam.

Lanjut Heritsyah, dalam perjalanan, pelaku mencegat korban dengan cara memegang bahu korban dan mengancam korban dengan sebuah kayu dan mengatakan kepada korban “You shut up you oke! (kamu diam, oke!).” Korban kaget, namun tak bisa berbuat banyak.

Selanjutnya, katanya, pelaku PS menarik tangan korban yang berambut pirang itu ke dalam semak-semak serta menarik rambutnya. “Saat itu korban menolak dengan cara melakukan perlawanan memukul dengan sendalnya. Selanjutnya korban lari ke semak-semak untuk bersembunyi namun pelaku terus mengejar korban kembali,” paparnya.

Karena berada di wilayahnya, pelaku dengan mudah kembali menemukan calon korbannya. Kemudian kembali menarik SL dan memperkosanya. “Pelaku saat ini sudah kami amankan tanpa perlawanan dan dibawa ke Mapolres Mentawai. Dan untuk motif pelaku masih kami dalami,” tutupnya. (s/rg)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional