Menu

Bom Surabaya, 13 Orang Tewas. Pelaku Diduga Satu Keluarga

  Dibaca : 189 kali
Bom Surabaya, 13 Orang Tewas. Pelaku Diduga Satu Keluarga
TEROR BOM— Tiga gereja di Surabaya diledakkan Minggu (13/5) pagi oleh sekelompok orang. Akibatnya, belasan orang tewas, dan puluhan luka-luka.

SURABAYA, METRO – Korban jiwa akibat ledakan bom di gereja Surabaya pada Minggu (13/5) pagi tadi bertambah. Polda Jatim menyatakan serangan bom di tiga gereja tersebut kini telah menewaskan 13 orang dan melukai 39 korban.

”Perkembangan terbaru satu orang meninggal dunia di Ngagel. Ada 39 korban luka yang dirawat di rumah sakit,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera dalam konferensi pers di Surabaya.

Frans menuturkan, ledakan pertama terjadi di Gereja Maria Tak Tercela, yaitu pada sekitar pukul 07.30 WIB. Dilaporkan insiden bom bunuh diri tersebut telah menewaskan dua orang termasuk pelaku.

Ledakan yang hampir bersamaan juga terjadi di GPPS Jemaat Sawahan di Jalan Arjuno pada sekitar pukul 07.30 WIB. Selanjutnya, disusul lima menit kemudian, di GKI Diponegoro Jalan Raya Diponegoro juga terjadi ledakan tepatnya sekitar pukul 08.00 WIB.

Jumlah korban, Frans menyatakan, masih akan terus diperbarui sesuai keterangan dari pihak Polda Jatim. Pihak kepolisian masih perlu melakukan pendataan korban karena masih dalam identifikasi. Namun, Frans memastikan tim Polri sudah terjun ke lokasi untuk melakukan olah TKP.

”Kami menemukan ada beberapa bom yang belum meledak. Satu bom di jalan Diponegoro dan dua bom aktif yang belum diledakkan di Jalan Arjuno. Saat ini sudah didisposal oleh petugas,” ucap Frans.

Polisi telah meledakkan sebuah benda diduga bom di depan Gereja Kristen Indonesia yang berada di Jalan Diponegoro, Minggu siang. Langkah itu diambil setelah polisi menemukan sebuah bungkusan benda mencurigakan di dekat gereja.

Tindakan Biadap

Presiden Joko Widodo menyebut serangan teroris di tiga gereja di Surabaya sebagai tindakan yang biadab dan di luar batas kemanusiaan.

”Tindakan teroris kali sungguh biadab dan di luar batas kemanusiaan,” kata Presiden Jokowi saat jumpa pers di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya, Minggu pukul 16.30 WIB.

Presiden menyoroti adanya pelibatan anak-anak berumur sekitar 10 tahun dalam aksi bom bunuh diri tersebut. Presiden Jokowi mengatakan, terorisme adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak ada kaitannya dengan agama apa pun. “Semua ajaran agama menolak ajaran terorisme apa pun alasannya,” ujar Jokowi.

Satu Keluarga

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut pelaku pengeboman di tiga gereja yang ada di Surabaya diduga kuat berasal dari satu keluarga. Mereka melakukan aksi bom bunuh diri dengan cara berpencar ke tiga titik ledakan. ”Pelaku diduga satu keluarga,” ujar Kapolri. Dia menuturkan pelaku di Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna adalah sang ayah yang bernama Dika Supriyanto.

Sang ayah sebelumnya sempat mengantarkan istri dan dua anak perempuannya ke Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro. Istrinya yakni Puji Kuswanti dan dua anak perempuannyanya yakni Fadilasari (12 tahun) dan Pamela Rizkita (9 tahun) meledakkan diri di sana.

Sementara di lokasi ketiga yakni di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, pelaku berjumlah dua orang. Mereka diduga adalah anak laki-laki dari Dika Supriyanto yakni Yusuf (18 tahun) dan Lukman (12 tahun). (jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional