Menu

Beraksi di Subuh Buta, Maling Nyaris Mati Konyol

  Dibaca : 616 kali
Beraksi di Subuh Buta, Maling Nyaris Mati Konyol

maling dihajar massa - posmetroweb

PADANG, METRO– Aksi pencurian yang dilakoni Romi (31), berakhir tragis. Dia ketahuan. Warga yang berang lalu main tangan. Romi dipukuli membabi buta. Akibat pukulan, tubuhnya penuh luka. Basah oleh darah. Meski sudah mandi darah, Romi masih kuat. Dia tak pingsan, hingga akhirnya digelandang ke Mapolsek Koto Tangah, Jumat (7/8) Subuh.

Braaaakkk….. sepotong kayu balok yang diayunkan warga patah di kepala Romi. Darah segar langsung mengucur dari kepalanya. Warga Batuang, Kecamatan Koto Tangah, Padang yang memergoki aksi pencurian berteriak-teriak. Ada sekitar 45 menit Romi dipukuli oleh warga yang benar-benar sudah dipuncak amarah.

“Bunuah sajo paja ko. Maliang gadang. Urang lalok, nyo maliang. Bunuah,” teriak warga. Tak sekadar berteriak, warga juga mengayunkan pukulan ke tubuh Romi. Kepalan tinju, hantaman kaki, hingga pipa besi bertubi-tubi ke tubuh lelaki yang sudah beberapa kali keluar masuk bui itu.

Walau dipukul membabi buta. Dihantam balok kayu dan pipa besi, Romi yang namanya sudah dikenal luas polisi, disebabkan ulah jahat, sedikit jua tidak mengerang, menangis atau minta ampun. Puluhan pukulan ditampinnya. Sakitnya luka ditahan, walau darah telah menganak sungai.

“Indak mamakiak ang. Bagak. Kuek ang. Lah cando iko kanai tangan, santai sajo gaya ang,” papar warga melihat Romi tak geming sewaktu dipukuli.

Saat bagaleboh itu, polisi yang sedang patroli segera datang. Romi yang berada di tengah kerumunan warga coba diselamatkan. Dia masih bisa berkomentar sewaktu ditanyai. “Bagaimana lagi, saya ketahuan saat mencongkel pintu rumah warga. Dikejar dan ditangkap. Akhirnya ya begini, dipukuli hingga luka-luka,” ungkap Romi.

Disebutkan Romi, dia sempat mencoba lari, namun warga yang mengejarnya terlalu ramai. Dia tertangkap. “Saya tidak bisa melawan lagi saat warga memukuli saya. Mereka sangat ramai, bagaimana akan melawan,” ucap Romi lagi.

Melihat kondisi Romi yang terluka parah, polisi langsung melarikannya ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar. Petugas medis memberikan pengobatan. Luka-luka Romi dibersihkan. Dia akhirnya terkulai lemah di dipan pengobatan. Telinga bagian kanannya luka parah. Tangan sebelah kanannya membengkak, perut dan dadanya juga memar.

Kapolsek Koto Tangah, Kompol Jhon Hendri mengatakan, Romi sudah berulangkali masuk bui. Namun dia tak pernah jerah. Bahkan, mengulangi lagi perbuatanya. “Sebelum tertangkap, statusnya juga buronan karena aksi pencurian,” ungkap Jhon.
Selain di Koto Tangah, Romi juga pernah tertangkap di Mapolsek Pauh karena kedapatan mencuri motor. Tak menutup kemungkinan, lokasi beraksi Romi sudah menyebar di Kota Padang. (cr10)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional