Menu

Beban Hidup Berat, Pria Lajang Gantung Diri

  Dibaca : 809 kali
Beban Hidup Berat, Pria Lajang Gantung Diri
VISUM— Kapolsek Pariangan Iptu Desneri bersama tim dokter melakukan visum terhadap jasad korban Zulfahendri, yang tewas gantung diri, Rabu (23/5).

TANAHDATAR, METRO – Himpitan beban ekonomi yang dirasakan pria lajang, Zulfahendri (23), warga Jorong Simabur, Nagari Simabur, Kecamatan Pariangan, Tanahdatar, begitu berat, hingga ia tak kuat menahannya.

Zulfahendri memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, dalam rumah kontrakan yang dihuninya bersama ketiga orang adiknya yang masih kecil, yakni Kasmawati (14), Nita Yulia (11) serta Iskandar (16).

”Ketiganya menjadi saksi kunci terhadap peristiwa ini,” sebut Kapolres Tanahdatar AKBP Bayuaji Yudha Praajas melalui Kapolsek Pariangan Iptu Desneri, Rabu (23/5).

Dijelaskan Kapolsek, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya karena besar dan beratnya beban ekonomi yang ia pikul. Betapa tidak bapak telah meninggal setahun yang lalu, sementara sang ibu memilih hidup dengan suami barunya.

Otomatis korbanlah yang menjadi tulang punggung keluarga. Setahun korban coba bertahan berusaha menghidupi ketiga adiknya. “Ia banting tulang secara serabutan mencari uang demi ketiga adiknya. Namun apa daya, sekuat kuatnya korban bertahan, ia akhirnya memilih mengkhiri hidupnya dengan gantung diri,” sebutnya.

Diterangkan, korban pertama kali ditemui oleh adiknya Nita, pukul 07.00 WIB, sewaktu akan meminta izin untuk berangkat ke sekolah. Dia terperanjat, mukanya pucat, dilihatnya sang kakak yang begitu dihormatinya, tergantung di balok loteng rumah dengan menggunakan seutas tali nilon.

”Nita berteriak minta tolong. Warga pun berdatangan, untuk melihat apa yang terjadi, namun warga belum berani menurunkan tubuh korban dan memlih menunggu pihak yang berwajib datang,” kata Ade.

Terhadap tubuh korban, jelas Ade, telah dilakukan visum oleh tim dokter Puskemas Pariangan yakni dr Sri Indrayani dan dr Ariadi, untuk memastikan kematian korban dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

”Pihak keluarga menerima dengan ikhlas kejadian ini dan berusaha tabah dan tawakal, semua ini sudah kehendak yang kuasa. Di samping itu pihak keluarga juga tidak meminta pihak Polisi untuk melakukan autopsi pada jasad korban,” pungkas Ade. (nt)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional