Menu

5 Kg Sabu asal Cina Masuk Sumbar. Kapolda: Harganya Rp8 Miliar

  Dibaca : 868 kali
5 Kg Sabu asal Cina Masuk Sumbar. Kapolda: Harganya Rp8 Miliar
sabu 5 kg— Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal memimpin langsung jumpa pers penangkapan satu tersangka sabu dengan BB 5 Kg senilai Rp8 miliar, Senin (4/6) di Mapolda.

PADANG, METRO – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumbar menangkap mahasiswa asal Banten yang terlibat dalam sindikat peredaran narkoba dalam jumlah besar dan bahkan memiliki jaringan internasional. Tak tanggung-tanggung, petugas menyita lima kilogram sabu seharga Rp8 miliar.

Pelaku, CRT (27) ditangkap di kamar hotel di Kota Padang, Jumat (1/6) sekitar pukul 01.00 WIB. Sebelum ditangkap, untuk mengelabui petugas, usai mendapatkan sabu tersebut, pelaku diketahui sudah lima hari berada di Kota Padang dan setiap hari berpindah hotel.

Diduga, pelaku yang juga bekerja sebagai penyiar radio ini akan membawa sabu tersebut ke Jakarta melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Agar tidak terdeteksi, sabu dimasukkan ke dalam bungkus plastik bening dan kemudian dimasukkan kembali ke dalam bungkus plastik kerupuk merek Lays dan kemudian dipres. Sabu disimpan di dalam koper.

Jumlah tersebut menjadi sejarah bagi Polda Sumbar dan mencatatkan tangkapan dengan sabu terbanyak selama Polda Sumbar berdiri sejak 21 Agustus 1945. Diduga sabu tersebut berasal dari Cina atau Tiongkok, yang kemudian masuk ke Pekanbaru, Riau melalui Malaysia. Dari hasil pemeriksaan, pelaku berperan sebagai kurir narkoba.

Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal mengatakan, tersangka yang ditangkap bekerja sebagai penyiar radio dan juga mahasiswa aktif. Pelaku dibekuk di dalam kamar hotel dan dalam penangkapam tersebut ditemukan sabu seberat 5 kilogram ini dibawa dari Malaysia, kemudian turunnya di Riau, di Riau lewat darat masuk ke Sumbar. Sumbar ini untuk transit.

”Jadi tersangka menginap semalam di sini (Padang) dan besok pagi rencananya mau dibawa langsung ke Jakarta melalui bandara. Tapi keburu tertangkap oleh kita. Sabu yang kita sita senilai Rp8 miliar. Penangkapan ini bisa menyelamatkan 50 ribu orang,” kata Fakhrizal saat press release, Senin (4/6).

Fakhrizal menambahkan, pengungkapan kasus sabu seberat 5 kilogram ini tidak ada kaitan dengan pengungkapan sabu di Kalimantan sebulan lalu dengan barang bukti 18 ton sabu. Jadi penangkapan ini memiliki jaringan yang berbeda, untuk itu akan terus dilakukan pengembangan untuk mengungkap jaringannya yang lain.

”Kalau untuk perannya sebagai kurir, karena dia membawa sabu itu. Tapi masih kita dalami kemana dia akan antar dan dari siapa orangnya mendapatkan sabu itu. Untuk ancamannya hukuman, maksimalmya hukuman mati,” ungkap Fakhrizal.

Fakhrizal mengungkapkan, atas keberhasilan anggotanya yang mengungkap kasus peredaran narkotika, dan pengungkapan kasus itu merupakan yang terbesar selama Polda Sumbar berdiri, ia selalu Kapolda pasti akan memberikan penghargaan kepada anggotanya.

”Reward pasti akan diberikan terhadap anggota yang berprestasi. Penghargaan itu sesuai dengan prestasinya. Ini merupakan tangkapan terbesar di Sumbar. Untuk konsumsi di Sumbar tidak sampai 5 kilogram, paling hanya beberapa gram saja,” ujar Fakhrizal. (rg)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional